Ilustrasi bulan dan bumi(Magnific)
BUMI mempunyai satelit alami, ialah Bulan, nan selama ini terus mengorbit Bumi. Namun, apakah Bulan betul-betul tetap berada pada orbitnya? atau, tanpa kita sadari, satelit alami Bumi itu justru perlahan menjauh?
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 1,5 inci alias 3,78 sentimeter setiap tahun. Pergerakan ini terjadi lantaran hubungan pasang surut antara Bumi dan Bulan. Gravitasi Bulan menarik Bumi dan air laut sehingga terbentuk tonjolan pasang surut. Karena Bumi berputar lebih sigap daripada Bulan mengorbit, hubungan tersebut menyebabkan daya beranjak dan orbit Bulan perlahan melebar.
Bulan saat ini berada pada jarak rata-rata sekitar 238.855 mil alias 384.400 kilometer dari Bumi. Jarak tersebut cukup besar sehingga sekitar 30 planet seukuran Bumi dapat ditempatkan di antara keduanya. Meski begitu, Bumi dan Bulan tetap saling berinteraksi melalui style gravitasi.
Perubahan jarak Bumi dan Bulan dapat diukur menggunakan Lunar Laser Ranging (LLR). Reflektor nan ditempatkan di permukaan Bulan sejak misi Apollo memantulkan sinar laser kembali ke Bumi. Pengukuran tersebut menunjukkan bahwa jarak Bulan dari Bumi bertambah sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun, sehingga menjadi bukti bahwa Bulan memang perlahan menjauh.
Dampak terhadap Bumi
Bulan terus menjauh dari Bumi sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun akibat hubungan pasang surut dan gravitasi. Meski pergerakan tersebut berjalan sangat lambat, proses ini berangkaian dengan perubahan pada rotasi Bumi dan hubungan pasang surut.
- Rotasi Bumi perlahan melambat
Melampaui pengaruh tarikan Bulan terhadap pasang surut, nan telah meningkatkan panjang hari di Bumi sebesar 2,4 milidetik per abad, rata-rata. Efek nan disebut gesekan pasang surut bulan ini telah menjadi penyebab utama peningkatan panjang hari di Bumi selama miliaran tahun.
- Gravitasi Bulan membentuk pasang surut laut
Proses pasang surut tersebut juga berangkaian dengan perpindahan daya nan membikin Bulan perlahan bergerak menjauh. NASA menjelaskan bahwa ketika Bulan dulu lebih dekat dengan Bumi, pasang surut nan dihasilkan juga jauh lebih besar dibandingkan sekarang.
- Tidak ada eklips mentari total
Dalam jangka waktu panjang nan tidak langsung dirasakan oleh masyarakat adalah tidak lagi merasakan eklips mentari tota, perihal ini dikarena bulan tidak cukup besar dan terlihat lebih mini dari bumi. NASA menjelaskan bahwa pada suatu masa nan sangat jauh di masa depan, Bulan tidak lagi tampak cukup besar untuk menutupi seluruh Matahari sehingga eklips Matahari total tidak bakal terjadi lagi. Bulan terus menjauh dari Bumi dengan laju nan sangat kecil. Meski belum terasa langsung, pergerakan ini menjadi bagian dari perubahan jangka panjang dalam sistem Bumi dan Bulan. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·