Bulog Dapat Bunga Pinjaman 3%, Hemat Lebih dari Rp1 T per Tahun

58 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog bakal menikmati penurunan kembang pinjaman, menjadi 3% mulai tahun ini, setelah mendapat support pemerintah. Kebijakan tersebut diperkirakan bisa memangkas beban pembayaran kembang perusahaan hingga lebih dari Rp1,07 triliun dalam setahun.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penurunan kembang pinjaman menjadi salah satu corak support pemerintah terhadap Bulog dalam menjalankan penugasan menjaga ketahanan pangan nasional.

"Kami berterima kasih (pemerintah) memberikan support kepada Bulog, ialah pengurangan kembang bank. nan kembang bank biasanya 7% sampai 8% diturunkan sampai menjadi 3%. Ini luar biasa dan akibat dari pengurangan kembang bank tersebut Bulog bisa untuk mengurangi biaya pembayaran kembang dalam satu tahun lebih dari Rp1,07 triliun rupiah," kata Rizal dalam konvensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Selain kembang pinjaman nan lebih rendah, pemerintah juga memberikan subsidi kembang dari pemerintah sebesar 2%.

"Ini suatu prestasi nan luar biasa, dan baru kali ini Bulog diberikan kembang nan begitu rendah, 3% dari pemerintah, dan diberikan tambahan subsidi kembang 2% dari pemerintah," ujarnya.

Rizal menjelaskan kebijakan penurunan kembang pinjaman mulai bertindak pada 2026 sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

"Untuk penurunan kembang itu per 2026. Tahun 2026 sesuai dengan pengarahan dari Pak Presiden," ucap dia.

Saat ditanya mengenai besaran penurunan kembang tersebut, Rizal menjelaskan Bulog nantinya hanya menanggung kembang sebesar 3%, sedangkan 2% sisanya bakal ditanggung pemerintah melalui skema subsidi bunga.

"3% dan itu sudah sama nan ditanggung pemerintah subsidinya nan 2%. Subsidi pemerintah tambah 2% jadi 5%. 3%-nya dicicil Bulog, 2%-nya dicicil / dibantu subsidi oleh pemerintah demikian," jelasnya.

Selain memperoleh penurunan kembang pinjaman, Bulog juga telah mendapatkan persetujuan pemerintah mengenai perubahan skema margin perusahaan. Rizal mengatakan, kebijakan tersebut diproyeksikan membikin neraca finansial Bulog menjadi positif hingga sekitar Rp1,14 triliun pada akhir tahun.

Ia menilai beragam support pemerintah tersebut bakal memperkuat kondisi finansial Bulog sehingga perusahaan dapat meningkatkan kualitas jasa kepada masyarakat serta memperkuat pengelolaan persediaan beras pemerintah.

Perubahan sistem margin Bulog sendiri telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbapanas) Nomor 3 Tahun 2026, nan mengubah Perbapanas Nomor 7 Tahun 2025. Aturan tersebut mengatur komponen dan sistem penghitungan margin Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai bagian dari upaya memperkuat keahlian Bulog dalam menjaga stok pangan nasional.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya