Siswa SMP di Kecamatan Surian berebut menyalami Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat berkunjung(MI/Sugeng S)
SEJUMLAH sekolah di wilayah terpencil dan terluar di Kabupaten Sumedang belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengusulkan 28 titik dapur MBG untuk melayani wilayah terpencil dan terluar tersebut.
"Saya sudah mengunjungi SMPN 1 Surian. Ini SMP nan terpencil di titik terluar Sumedang. Sekarang sudah ada revitalisasi sekolahnya, tetapi anak-anak di sini belum mendapatkan MBG,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik menjadi bagian krusial untuk mendukung tumbuh kembang dan kualitas belajar anak. Pemkab Sumedang telah mengusulkan 28 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan diprioritaskan untuk wilayah terluar dan terpencil, termasuk Kecamatan Surian. Dony berambisi usulan tersebut segera mendapatkan persetujuan operasional sehingga pelayanan MBG dapat menjangkau para siswa di Surian.
"Mohon dengan sangat, sebagaimana surat dari kami, SPPG di Surian bisa segera diberikan izin operasionalnya,” katanya.
Menurutnya, kehadiran MBG di wilayah terpencil bakal menjadi corak nyata pemerataan pelayanan pemerintah. Anak-anak nan tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap mempunyai kewenangan nan sama untuk mendapatkan makanan bergizi.
Pemkab Sumedang, kata dia, telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar pelayanan MBG dapat segera diperluas ke wilayah-wilayah nan selama ini belum terjangkau. Ia berambisi SPPG Surian dapat segera beraksi sehingga siswa SD maupun SMP di wilayah tersebut dapat menikmati program MBG. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·