Ilustrasi(Dok Istimewa)
INDUSTRI fesyen nasional terus menunjukkan peran dalam mendukung agenda kenegaraan sekaligus memperkuat posisi produk lokal. Salah satunya melalui keterlibatan Wong Hang Bersaudara dalam rangkaian puncak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Monas dan Istana Merdeka, Jakarta.
Rumah busana tersebut kembali dipercaya setelah sebelumnya terlibat dalam beragam agenda kenegaraan, mulai dari aktivitas di Nusa Tenggara Timur (NTT), konvensi tingkat tinggi (KTT) internasional, hingga momentum berhistoris di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepercayaan tersebut mencerminkan pentingnya kualitas bespoke tailoring dalam mendukung penampilan pejabat, tokoh nasional, serta beragam komponen dalam upacara resmi negara. Presisi potongan, kerapian detail, dan keahlian melakukan kustomisasi menjadi bagian krusial dalam kebutuhan busana kenegaraan.
Master Tailor Wong Hang Bersaudara Stephen Wongso mengatakan keterlibatan tersebut merupakan kehormatan sekaligus corak kontribusi industri lokal dalam mengawal momen berhistoris bangsa.
“Bagi kami di Wong Hang Bersaudara, bisa terus dipercaya mengawal agenda kenegaraan, mulai dari perhelatan di NTT, KTT Internasional, IKN, hingga puncak peringatan di Monas dan Istana Merdeka adalah sebuah kehormatan nan luar biasa. Ini bukan sekadar tugas merancang busana, melainkan corak pengabdian dan kontribusi nyata kami dalam mengawal momen-momen berhistoris bangsa,” ujar Stephen, di Kawasan Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Master Tailor Wong Hang Bersaudara Samuel Wongso menambahkan setiap seremoni kemerdekaan mempunyai tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan busana tampil presisi dan rapi.
“Untuk kesempatan di Monas dan Istana Merdeka tahun ini, kami mendedikasikan standar craftsmanship terbaik agar karya penjahit lokal Indonesia dapat tampil memukau dan berkarisma di panggung utama kemerdekaan,” katanya.
Tidak hanya mengandalkan keahlian menjahit, Wong Hang juga membawa penemuan melalui booth interaktif di area seremoni kemerdekaan.
Bersama GAMS Tactical, Wong Hang memperkenalkan lini produk retail nan memadukan material taktis dengan kreasi maskulin dan sentuhan bespoke tailoring.
Direktur GAMS Tactical Oldap mengatakan kerjasama tersebut menunjukkan keahlian produk lokal menggabungkan aspek fungsional, daya tahan, estetika, dan kualitas.
“Sinergi ini menjadi bukti bahwa karya anak bangsa bisa menghadirkan produk nan tidak hanya tangguh, tetapi juga mempunyai nilai estetika dan kualitas berstandar tinggi,” ujarnya.
Transformasi digital juga menjadi bagian dari penemuan tersebut. Wong Hang menggandeng AKSADIGITEX untuk menghadirkan aplikasi pengukuran tubuh berbasis kepintaran buatan (AI).
Melalui teknologi tersebut, visitor dapat merasakan proses pengukuran busana nan lebih cepat, presisi, dan praktis. Integrasi AI dengan keahlian tailoring tradisional menjadi gambaran penyesuaian industri fesyen lokal terhadap perkembangan teknologi.
Di tengah seremoni kemerdekaan, Wong Hang juga membawa pesan kepedulian terhadap masyarakat NTT melalui narasi #PrayForNTT. Memiliki perjalanan nan berangkaian dengan beragam aktivitas di NTT, Wong Hang menilai momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas antarsesama anak bangsa.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kebanggaan terhadap Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui karya, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat nan tengah menghadapi tantangan.
Keterlibatan Wong Hang dalam peringatan kemerdekaan di Monas dan Istana Merdeka sekaligus memperlihatkan kesempatan industri fesyen lokal untuk mengambil bagian dalam agenda nasional.
Perpaduan craftsmanship*, inovasi, dan teknologi menjadi modal krusial untuk memperkuat daya saing industri kreatif sekaligus memperkenalkan keahlian tenaga kerja Indonesia.
"Melalui momentum tersebut, Wong Hang menegaskan komitmen untuk menjaga warisan skill penjahit lokal sembari mengangkat teknologi baru. Langkah itu menjadi gambaran bahwa tradisi dan penemuan dapat melangkah beriringan untuk menghasilkan karya Indonesia nan bisa mengawal sejarah sekaligus bersaing di panggung global," pungkas Stephen. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·