Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masuk jejeran negara dengan persediaan emas terbesar di dunia. Berdasarkan info U.S. Geological Survey (USGS) dalam Mineral Commodity Summaries 2026, persediaan emas Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 3.600 ton.
Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati ranking keempat bumi dalam perihal persediaan emas, di bawah Australia, Rusia, dan Afrika Selatan. USGS memperkirakan total persediaan emas bumi pada 2025 mencapai sekitar 66.000 ton.
Secara rinci, Australia menjadi negara dengan persediaan emas terbesar di dunia, ialah 13.000 ton, disusul Rusia 12.000 ton dan Afrika Selatan 5.000 ton. Indonesia berada di posisi keempat dengan persediaan 3.600 ton.
Indonesia sebagai pemilik persediaan terbesar ke-4 di Dunia juga dibenarkan oleh Indonesia Mining Institute (IMI). "Indonesia sebagai ranking ke-4 negara dengan persediaan emas terbesar di Dunia," terang Chairman IMI, Irwandy Arif dalam Gold Outlook 2026, CNBC Indonesia, beberrapa waktu nan lalu.
Irwandy mencatat total izin pertambangan emas di Indonesia baik Izin Usaha Pertambangan (IUP), IUP Khusus (IUPK) maupun Kontrak Karya (KK) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) mencapai 112 izin. Dari total tersebut, 80 izin alias 71% telah mempunyai info sumber daya dan cadangan. Sementara 32 izin alias 29% belum mempunyai data.
"Di seluruh Indonesia, setiap Provinsi ada penambang emas, jika kita lihat memang efeknya dari konstalasi perusahaan resmi ini efeknya sangat besar kita produksi emas kurang lebih 2024 itu 160 ton emas dari semua perusahaan emas nan ada di Indonesia. Ini jadi tonggak," tegas Irwandy.
Berikut daftar negara dengan persediaan emas terbesar berasas info USGS 2025:
1. Australia 13.000 ton
2. Rusia 12.000 ton
3. Afrika Selatan 5.000 ton
4. Indonesia 3.600 ton
5. China 3.200 ton
6. Kanada 3.200 ton
7. Amerika Serikat 3.000 ton
8. Kazakhstan 2.300 ton
9. Peru 2.200 ton
10. Uzbekistan 2.200 ton
Produksi Emas RI 90 Ton
Di sisi lain, besarnya persediaan emas Indonesia belum tercermin dalam posisi produksi tahunannya. USGS memperkirakan produksi tambang emas Indonesia pada 2025 mencapai 90 ton, turun dibandingkan produksi 2024 nan mencapai 94 ton.
Dengan produksi 90 ton, Indonesia berada di bawah sejumlah produsen utama dunia. China menjadi produsen emas terbesar pada 2025 dengan produksi sekitar 380 ton, disusul Rusia 310 ton, Australia 280 ton, Kanada 200 ton, dan Amerika Serikat 160 ton. Secara global, produksi tambang emas pada 2025 diperkirakan mencapai 3.300 ton, naik tipis dari 3.280 ton pada 2024.
(ven)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·