Jumlah penumpang transportasi umum di Jakarta meningkat.(Antara)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meyakini peningkatan jumlah pengguna transportasi umum menjadi kunci utama untuk menekan polusi udara di Ibu Kota. Hal ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kualitas udara Jakarta nan memburuk saat laga uji coba Chelsea melawan AC Milan, Sabtu (8/8).
Pramono mengungkapkan bahwa saat ini terjadi tren positif pada penggunaan moda transportasi massal di Jakarta. Berdasarkan info terbaru, jumlah penumpang Transjakarta mengalami kenaikan nyaris 15%, sementara MRT meningkat signifikan hingga 23%, dan LRT naik sekitar 12%.
“Peningkatan jumlah penumpang transportasi umum dikarenakan tarif nan tetap terjaga. Selain itu, Pemerintah Jakarta juga menggratiskan tarif transportasi umum bagi 15 golongan tertentu,” ujar Pramono saat ditemui di area Jakarta Selatan, Selasa (11/8).
Selain aspek tarif, kebijakan internal pemerintah juga turut mendorong nomor tersebut. Pramono menyebut tanggungjawab bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu menjadi salah satu pemicu meningkatnya volume pengguna jasa publik.
Persoalan polusi udara Jakarta kembali menjadi perbincangan hangat setelah foto-foto pertandingan "Indonesia Super Cup 2026" di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) beredar. Dalam unggahan akun resmi Chelsea dan AC Milan, langit Jakarta tampak kusam dan abu-abu, nan kemudian dikaitkan warganet dengan buruknya kualitas udara.
Menanggapi keluhan tersebut, Pramono menjelaskan bahwa kondisi cuaca nan kering memperparah situasi. Sebagai langkah jangka pendek, Pemerintah Jakarta tengah menyiapkan skema modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.
“Kami sedang menyiapkan hujan buatan. Begitu awannya ada, kami segera buat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya lantaran sudah terlalu lama tidak turun hujan,” pungkasnya. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·