Petugas kesehatan mengambil sampel darah penduduk dalam cek kesehatan cuma-cuma dan skrining TB (Tuberkulosis) di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026).(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)
DINAS Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB) melalui aktivitas Penemuan Kasus TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Nagari Koto Baru, wilayah kerja Puskesmas Koto Berapak, Rabu (19/8).
Kegiatan tersebut menyasar 100 orang masyarakat Nagari Koto Baru. Pelaksanaan penemuan kasus TB terintegrasi CKG ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penemuan dini, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Tuberkulosis merupakan penyakit menular nan dapat menyerang siapa saja, terutama paru-paru. Penyakit ini dapat disembuhkan andaikan ditemukan lebih awal dan penderita mendapatkan pengobatan sesuai standar hingga tuntas.
Masyarakat diimbau mengenali sejumlah indikasi TB, di antaranya batuk terus-menerus selama dua minggu alias lebih, batuk berlendir nan dapat disertai darah, demam alias berkeringat pada malam hari, berat badan menurun tanpa karena nan jelas, nafsu makan berkurang, serta tubuh terasa lemah dan mudah lelah.
Warga nan mengalami indikasi tersebut alias mempunyai kontak erat dengan pasien TB diminta tidak menunggu kondisi semakin parah. Pemeriksaan dapat segera dilakukan di Puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatan dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Melalui CKG, masyarakat tidak hanya memperoleh info mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga berkontribusi dalam menemukan kasus TB lebih awal. Warga nan terindikasi sebagai terduga TB bakal mendapatkan tindak lanjut pemeriksaan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.
Penemuan kasus secara awal dinilai krusial untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah penularan TB kepada personil family dan lingkungan sekitar. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian krusial dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Dinkes PPKB Kabupaten Pesisir Selatan, Puskesmas Koto Berapak, Pemerintah Nagari Koto Baru, kader kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bagian dari upaya berbareng mewujudkan masyarakat nan lebih sehat dan mendukung percepatan eliminasi TB.
Dinkes PPKB membujuk seluruh masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan TB dengan mengenali gejala, melakukan pemeriksaan sedini mungkin, menjalani pengobatan sampai sembuh, dan mencegah penularannya. Temukan TB sedini mungkin, obati sampai sembuh, dan cegah penularannya.(H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·