ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Ajang job fair menjadi angan baru bagi banyak pencari kerja. Salah satunya Egi, penduduk Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, nan datang ke Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 berbareng sang ibu untuk mencari kesempatan kerja baru.
Ia mengaku mempunyai pengalaman di beragam sektor, termasuk industri ritel.
"Saya sih ya marketing, pengalaman saya juga ada di restoran juga ada, marketing juga ada, kayak gitu sih. nan mana aja," kata laki-laki berumur 27 tahun itu kepada CNBC Indonesia, Rabu (8/7/2026).
Egi kemudian menceritakan pengalamannya bekerja di sejumlah perusahaan, mulai dari XXI, Boots hingga Sport Station khususnya klub Liverpool. Menurutnya, pengalaman itu menjadi bekal untuk kembali bersaing di bumi kerja.
"Ya bebas sih, tapi dari XXI itu ke sini-sininya saya ke retail. Waktu itu sempat di Sport Station Liverpool. Iya, jual-jual jersey, terus merchandise Liverpool, kayak gitu," ujarnya.
Egi pun mengaku tantangan mencari kerja sekarang semakin berat. Selain kudu bersaing dengan lulusan baru, dia juga tetap menemui perusahaan nan menerapkan pemisah usia dalam proses rekrutmen.
"Iya mungkin di umur saya nan segini saingannya itu nan fresh graduate. Soalnya perusahaan juga sekarang kan lebih apa ya, maksudnya bukan lebih sih, kebanyakan tuh ya itu menerima nan fresh graduate. Kalau era saya dulu baru lulus malah nyarinya nan udah pengalaman. Tapi giliran saya udah pengalaman malah kebalik ya Bu ya, jadinya malah nan fresh graduate, nan muda-muda gitu."
Sementara itu, sang ibu, Rianti Siarafaris, mengaku sengaja menemani putra bungsunya datang ke job fair. Baginya, mencari pekerjaan saat ini jauh lebih susah dibandingkan ketika dirinya tetap berada di usia produktif.
"Oh, susahan sekarang, dulu mah gampang. Dulu lebih gampang, Ibu dulu tetap muda mah kerja gampang. Sekarang mah itu ya, setahun alias 6 bulan dikontrak. Kalau dulu enggak ada era Ibu gitu," kata Rianti.
Rianti menilai sistem kerja saat ini juga jauh berbeda. Menurutnya, pekerja sekarang lebih banyak dihadapkan pada sistem perjanjian sehingga kepastian pekerjaan menjadi lebih terbatas dibandingkan masa lalu.
"Iya lama. Sampai jika enggak kita ngundurin diri dari perusahaan enggak diberhentiin gitu. Kalau sekarang kan perjanjian 6 bulan, ada nan setahun, ada nan 3 bulan, tergantung perusahaannya," ujarnya.
Seorang ibu menemani anaknya dalam mencari pekerjaan di Job Fair nan berjalan di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Seorang ibu menemani anaknya dalam mencari pekerjaan di Job Fair nan berjalan di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Diserbu Ratusan Pencari Kerja
Sementara, dari pandangan mata suasana Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026, Rabu (8/7/2026),tampak antrean panjang di depan booth-booth perusahaan nan membuka rekrutmen untuk beragam posisi. Terlihat, sebagian langsung mengantre di perusahaan nan diminati, sementara lainnya berkeliling mencari info mengenai lowongan nan sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun pengalaman kerja.
Salah seorang pencari kerja berjulukan Akhi mengaku datang dengan angan bisa memperoleh pekerjaan di tengah persaingan nan semakin ketat. Menurutnya, banyaknya pelamar justru menjadi penyemangat untuk terus mencoba.
"Namanya job fair seperti ini pasti banyak saingan, jadi kita kudu tetap semangat aja untuk cari kerjanya," kata Akhi Yunanto kepada CNBC Indonesia.
Ia mengatakan sudah mencoba melamar ke beberapa perusahaan nan datang dalam bursa kerja tersebut. Namun, tidak semua perusahaan tetap menerima berkas lamaran secara langsung lantaran sebagian proses pendaftaran sudah dialihkan secara digital.
"Sudah apply ke beberapa perusahaan, kebanyakan udah gak nerima berkas, tapi kita pelamar diminta untuk isi barcode dan isi info diri di situ," kata Akhi.
Bursa kerja ini menghadirkan puluhan perusahaan dari beragam sektor nan menawarkan beragam posisi. Selain rekrutmen secara langsung, penyelenggara juga membuka jasa pendaftaran secara daring melalui portal pekerjaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nan berjalan hingga 15 Juli 2026.
Penyelenggara juga memastikan aktivitas tersebut dapat diikuti secara cuma-cuma oleh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, sebagai upaya memperluas akses terhadap kesempatan kerja di tengah tingginya minat masyarakat mencari pekerjaan.
Sejumlah pencari kerja (pencaker) memenuhi Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 di di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Sejumlah pencari kerja (pencaker) memenuhi Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 di di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·