China Rampungkan Tahap Pertama "Benteng" Baru di LCS

11 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - China telah merampungkan tahap pertama pembangunan di Antelope Reef, Kepulauan Paracel, dengan membentuk pulau buatan di area Laut China Selatan (LCS) nan disengketakan. Proyek ini dinilai berpotensi menjadi salah satu pangkalan militer strategis Beijing.

Citra satelit nan diambil pada 19 Juli oleh Vantor untuk pertama kalinya memperlihatkan corak pulau hasil reklamasi setelah kapal tongkang dan kapal pengeruk meninggalkan lokasi. Pengerjaan proyek tersebut disebut telah berjalan setidaknya selama enam bulan.

"Wilayah utara Laut China Selatan bakal sangat krusial dalam skenario bentrok Taiwan, sehingga letak Antelope ini sangat strategis," ujar Ben Lewis, pendiri platform intelijen sumber terbuka PLATracker, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/8/2026).

Citra tersebut menunjukkan pembangunan sejumlah akomodasi telah dimulai di bagian tenggara pulau, termasuk landasan helikopter. Pulau hasil reklamasi itu mempunyai panjang nyaris 6 kilometer, dengan garis pantai lurus lebih dari 3 kilometer nan dinilai sejumlah analis berpotensi dikembangkan menjadi landasan pacu.

Antelope Reef juga dilengkapi dermaga sepanjang sekitar 680 meter nan menghadap pelabuhan perairan dalam. Salah satu gambaran apalagi memperlihatkan kapal penjaga pantai China sedang bersandar di letak tersebut.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam kajiannya menyebut pekerjaan awal untuk kemungkinan landasan pacu baru tampaknya telah dimulai.

China belum mengakui pembangunan pangkalan militer baru di letak itu. Media pemerintah China menyatakan Antelope Reef bakal digunakan untuk kepentingan sipil, seperti prakiraan cuaca dan penelitian ilmiah.

"Alih-alih militerisasi, tujuannya berkarakter tenteram dan konstruktif, ialah menjadikan perairan tersebut lebih kondusif bagi siapa saja nan berjuntai padanya," kata Ding Duo, master Laut China Selatan, dalam opini di China Daily.

Namun, sejumlah analis keamanan menilai akomodasi tersebut justru berpotensi memperkuat posisi militer China di bagian utara Laut China Selatan. Lewis apalagi menilai Antelope Reef dapat menjadi salah satu aset militer terpenting Beijing lantaran ukurannya lebih besar daripada Woody Island dan relatif lebih mudah dipertahankan dibandingkan pangkalan China di Kepulauan Spratly.

Pembangunan itu juga berpotensi memperkuat keahlian China membentuk area laut terlindung bagi kapal selam pembawa rudal balistik nuklir. Carl Thayer, guru besar di Australian Defence Force Academy, menilai akomodasi tersebut bakal meningkatkan keahlian Beijing memantau AS dan sekutunya sekaligus menambah kompleksitas jika bentrok pecah.

"Ini menjadi satu perihal tambahan nan kudu dihadapi oleh Amerika Serikat, dan sesuatu nan mungkin coba mereka pertahankan dari wilayah daratan utama China," ujar Thayer.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya