Gedung Danantara, Jakarta.(Antara)
CHIEF Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa mengungkapkan bahwa Indonesia bakal membangun pabrik magnet permanen dari logam tanah jarang (LTJ), dan bakal dimulai dalam waktu dekat.
“Insyaallah 2028, permanent magnet bisa ada di Indonesia dan lain-lain. Ini satu kesatuan nan kami bangun sampai kelak kendaraan transportasi,” ujar Sigit dalam aktivitas MINDialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” nan digelar di Jakarta, Rabu (12/8).
Magnet permanen merupakan produk hilirisasi LTJ dengan bahan baku NdFeB (Neodymium-Iron-Boron). Sigit menyampaikan neodymium (Nd) merupakan bahan baku permanen magnet nan digunakan motor traksi kendaraan listrik (EV). Motor traksi adalah motor listrik nan digunakan untuk penggerak kendaraan. “Di permanen magnet kelak ada motor traksinya sampai ke motor dan mobil EV-nya. Jadi, kami melihatnya secara holistik dari hulu sampai hilir,” kata Sigit.
Selain untuk industri kendaraan listrik, Sigit menyampaikan bahwa hilirisasi logam tanah jarang juga merambah sektor pertahanan atau defense. Potensi pengembangan logam tanah jarang di sektor pertahanan, kata Sigit, ada di baja armor.
“Kami dengan teman-teman di Krakatau Steel pertimbangkan dan sudah bisa masuk untuk baja armor. Hanya saja, kita kudu sempurnakan dan sampai ke material untuk semikonduktor, radar, sensor, dan lain-lain kami siapkan semuanya,” ujar Sigit.
Dalam pengembangan industri mineral nan unik mengelola logam tanah jarang, Sigit menyampaikan Danantara menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Selain itu, Danantara pun telah membentuk PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) nan nantinya bakal mengelola logam tanah jarang. Ia berambisi Indonesia tidak hanya mengembangkan industri ekstraktif mengenai dengan LTJ.
“Refinery inilah nan bakal kami kejar. Alhamdulillah kami mendapatkan mitra-mitra nan luar biasa dan kami bakal segera kembangkan ini berbareng teman-teman di BRIN, teman-teman di perguruan tinggi,” ujar Sigit. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·