Penjajah Israel Buat Ribuan Pasien di Gaza Tersiksa

27 menit yang lalu 2
Penjajah Israel Buat Ribuan Pasien di Gaza Tersiksa Gaza.(The Guardian)

RIBUAN pasien di Jalur Gaza nan dilanda genosida tetap menunggu pemindahan medis meskipun ada gencatan senjata, kata ahli bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tarik Jasarevic pada Selasa (11/8).

Jasarevic menyampaikan perihal itu sebagai tanggapan atas pertanyaan instansi buletin Anadolu tentang perkembangan terkini pemindahan medis dari Gaza di tengah beragam hambatan dan permohonan support dari pasien untuk mendapatkan perawatan medis.

Ia mengatakan 12.913 pasien, termasuk 6.186 anak, telah dievakuasi secara medis dari Gaza sejak Oktober 2023, berbareng dengan sekitar 16.000 pendamping. Menurutnya, pemindahan medis saat ini berjalan tiga hingga empat kali dalam sepekan.

"Pekan lalu, sejak 2 hingga 8 Agustus, sebanyak 101 pasien dan 164 pendamping telah dievakuasi," katanya, menegaskan bahwa ribuan pasien lainnya tetap menunggu pemindahan medis.

Pasukan penjajah Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 sehingga menewaskan 73.387 penduduk Palestina, kebanyakan wanita dan anak-anak, dan melukai 174.257 lainnya. Serangan tersebut juga telah menghancurkan 90 persen prasarana di Gaza, dengan perkiraan biaya rekonstruksi mencapai 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1.249 triliun). Sejak kesepakatan gencatan senjata Gaza mulai bertindak pada 11 Oktober 2025, pasukan kolonialis Israel telah menewaskan 1.259 penduduk Palestina dan melukai 4.146 lainnya. Dalam kurun waktu tersebut, 807 jasad penduduk Palestina juga telah ditemukan.

Satu jasad dan satu korban luka juga telah dibawa ke rumah sakit di Gaza dalam 24 jam terakhir. Agresi kolonialis Israel juga telah menyebabkan pengungsian paksa terhadap nyaris dua juta orang dari seluruh wilayah Jalur Gaza.

Sebagian besar dari mereka terpaksa pindah ke Kota Rafah di wilayah selatan nan padat masyarakat dan berdekatan dengan perbatasan Mesir, menjadi eksodus massal terbesar bagi penduduk Palestina sejak peristiwa Nakba 1948. (Ant/P-3)

Selengkapnya