Danantara Dorong Investasi Berkualitas dan Transformasi BUMN

1 hari yang lalu 5
Danantara Dorong Investasi Berkualitas dan Transformasi BUMN CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani.(Dok. Antara)

BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) terus mendorong investasi berbobot sekaligus mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menopang percepatan ekonomi nasional. Upaya tersebut tercermin dari realisasi investasi nasional semester I-2026 nan mencapai Rp1.010,6 triliun alias tumbuh 7,2%, serta langkah streamlining alias penataan BUMN untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan optimasi aset.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan capaian investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah terus mendorong agar setiap investasi bisa menciptakan lapangan kerja nan berbobot sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Setiap rupiah investasi kudu menciptakan lapangan pekerjaan nan baik dan berkualitas," ungkapnya. 

Pernyataan tersebut disampaikan Rosan dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8).

Dalam kesempatan tersebut, Rosan juga menjelaskan langkah Danantara melakukan streamlining terhadap jumlah perusahaan BUMN. Dari total sekitar 1.074 perusahaan BUMN, pemerintah telah melakukan penataan melalui beragam skema, mulai dari divestasi, merger, likuidasi hingga konsolidasi vertikal.

Hingga saat ini, sekitar 260 perusahaan telah ditutup melalui proses tersebut. Langkah konsolidasi antara lain dilakukan terhadap perusahaan aset manajemen nan sebelumnya dimiliki secara terpisah oleh bank dan lembaga finansial di bawah BUMN.

Konsolidasi juga dilakukan terhadap sektor rumah sakit dan perhotelan. Setelah dilakukan penggabungan, terdapat sekitar 137 hotel nan berada dalam satu golongan pengelolaan. Pemerintah menargetkan jumlah perusahaan BUMN dapat ditekan menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026.

Rosan mengakui proses streamlining tersebut bukan pekerjaan mudah lantaran kudu mempertimbangkan beragam aspek. Namun, penataan dinilai krusial untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, sekaligus mengoptimalkan aset-aset nan dimiliki BUMN.

“Target kami adalah melakukan streamlining agar efisiensi dan produktivitas meningkat, serta aset bisa lebih optimal," tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah menetapkan sasaran investasi Indonesia pada 2027 sebesar Rp2.322 triliun. Target tersebut meningkat 13,8 persen dibandingkan sasaran investasi tahun ini sebesar Rp2.041 triliun.

“Target investasi di 2027 adalah Rp2.322 triliun, naik dari sasaran tahun ini sebesar Rp2.041 triliun," terangnya. 

Rosan menjelaskan, sasaran tersebut merupakan bagian dari sasaran investasi nasional selama periode 2025-2029 nan mencapai sekitar Rp13.032 triliun. Angka itu meningkat sekitar 43 persen dibandingkan realisasi investasi dalam periode 10 tahun sebelumnya.

Sementara itu, BPI Danantara telah merealisasikan investasi senilai Rp225 triliun melalui 26 proyek nan tersebar di beragam wilayah Indonesia. Investasi tersebut dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Danantara menggarap enam proyek nan tersebar di 13 daerah, kemudian pada tahap kedua menambah 13 proyek baru sehingga total proyek nan telah dijalankan mencapai 26 proyek.

“Sehingga total nan kami lakukan investasinya adalah Rp225 triliun," imbuhnya. 

Proyek-proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari mineral dan daya hingga pertanian, pangan, serta komoditas perkebunan. Pada tahap pertama, proyek nan dikerjakan antara lain pengolahan alumina di Kalimantan Barat, pengembangan bioavtur di Jawa Tengah, produksi bioetanol dan pengelolaan garam industri di Jawa Timur, serta pembangunan peternakan ayam terintegrasi di sejumlah wilayah Indonesia.

Pada tahap kedua, Danantara antara lain membangun akomodasi kilang gasoline di Cilacap dan Dumai. Proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan daya nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Danantara juga membangun tangki penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur, Biak, Papua, dan Maumere, Nusa Tenggara Timur, melalui Pertamina. Di sektor mineral, Danantara menggarap lima proyek, salah satunya hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor elpiji.

Selain itu, Danantara mengembangkan ekosistem produksi aspal Buton di Buton, Sulawesi Tenggara. Pemerintah juga mengembangkan akomodasi hilirisasi tembaga dan emas di Gresik, Jawa Timur, termasuk produk turunannya seperti brass mill dan logam mulia.

Di sektor pertanian, terdapat tiga proyek utama, antara lain pengolahan minyak sawit menjadi produk oleo food dan biodiesel di Sei Mangkei, Sumatra Utara. Danantara juga mengembangkan hilirisasi kelapa dan pala di Maluku Tengah serta Morowali.

Rosan mengatakan seluruh perkembangan proyek tersebut dipantau secara berkala melalui sistem dashboard alias tampilan secara visual. Mekanisme tersebut digunakan untuk memastikan penyelenggaraan investasi melangkah sesuai sasaran nan telah ditetapkan.

“Kami pantau dengan dashboard setiap harinya sehingga perkembangan proyek bisa terus dipantau," katanya. 

Menurut Rosan, pemantauan secara real-time memungkinkan Danantara mengetahui perkembangan masing-masing proyek sekaligus mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini. Dengan demikian, langkah penyelesaian dapat segera dilakukan agar penyelenggaraan investasi tetap melangkah sesuai rencana.

Demutualisasi

Di sisi lain, BPI Danantara tengah menyiapkan keterlibatan dalam demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, Danantara belum mengungkapkan besaran biaya maupun porsi kepemilikan nan bakal diambil.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pihaknya tetap berkoordinasi dengan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keterlibatan Danantara nantinya dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM).

“Kami sedang berkomunikasi dan memberi pengarahan kepada DIM untuk melaksanakan investasi dalam demutualisasi.”

Pandu menyampaikan perihal tersebut saat ditemui usai peluncuran ETF emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia ke-49 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Pandu, proses demutualisasi BEI diharapkan dapat rampung dalam beberapa bulan ke depan. Namun, dia belum memberikan rincian mengenai besaran investasi maupun porsi kepemilikan Danantara di BEI.

“Kami berambisi dalam beberapa bulan ke depan bisa rampung. Detailnya bakal kami sampaikan sejenak lagi," ungkapnya.

Keterlibatan Danantara dalam demutualisasi BEI merupakan bagian dari perubahan struktur kepemilikan bursa nan diamanatkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). (Z-10)
 

Selengkapnya