Ilustrasi(Dok Istimewa)
INDUSTRI kosmetik nasional dinilai tetap mempunyai kesempatan tumbuh di tengah kondisi ekonomi nan belum sepenuhnya stabil. Produk dengan nilai terjangkau namun berbobot bisa jadi pilihan konsumen ketika daya beli mengalami tekanan.
Owner Marnia Cosmetics sekaligus Direktur PT Marnia International Cosmetics Prof Adjunct Marniati mengatakan kondisi ekonomi nan menantang justru dapat menjadi momentum bagi produk kosmetik, khususnya lipstik. Konsumen condong memilih kebutuhan nan lebih mini dan terjangkau tetapi tetap bisa menunjang penampilan.
"Di saat ekonomi tidak begitu stabil, orang mungkin bakal berpikir banyak kali untuk membeli fesyen nan mahal. Tetapi jika membeli lipstik, semua orang membutuhkan. Makin orang menghadapi krisis, mereka bakal memilih sesuatu nan mini tapi bisa mengubah penampilan," ungkap Marniati, dalam Grand Launching Marnia Cosmetics, di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, keputusan meluncurkan produk tersebut mempertimbangkan riset mengenai perubahan perilaku konsumen saat daya beli tertekan. Produk kecantikan tetap mempunyai ruang pasar lantaran memberikan faedah langsung dengan biaya relatif terjangkau.
Selain menyasar konsumen, Marnia membawa konsep pemberdayaan ekonomi melalui skema reseller nan terbuka bagi remaja dan ibu rumah tangga dengan kategori gold, silver, dan bronze. Marniati mengatakan konsep tersebut dirancang agar aktivitas ekonomi juga memberikan akibat sosial. Sekitar 30% porsi untung bakal dibagikan kepada yayasan nan bergerak dalam support bagi anak-anak dengan kanker, kesehatan jantung, anak berkebutuhan khusus, dan juga pendidikan.
"Marnia ini bukan upaya semata, tetapi bagian dari upaya sosial. Kami mau siapa pun nan menjadi reseller bukan hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga ikut melakukan kebaikan bagi kemanusiaan," katanya.
Pada sisi lain, Marnia menargetkan ekspansi pasar regional dengan rencana memasuki Malaysia pada akhir 2026. Produk tersebut menyasar kualitas high-end, namun tetap ditawarkan dengan nilai nan dapat dijangkau masyarakat Indonesia dan Asia. "Kami mau ketika orang menggunakan Marnia, mereka merasakan seperti menggunakan produk merek internasional, tapi dengan nilai nan sesuai untuk masyarakat Indonesia," ujar Marniati.
Perusahaan juga menyiapkan promosi melalui influencer dan selebgram di Indonesia serta sedikitnya delapan seri tambahan nan bakal diluncurkan berjenjang pada 2027-2028. Produk Marnia disebut telah melalui pengetesan berulang selama sekitar satu tahun untuk memastikan kualitasnya.
Marniati mengatakan konsep upaya sosial tersebut tidak terlepas dari pengalamannya membangun pendidikan dan pemberdayaan masyarakat selama sekitar 21 tahun. Ia mengaku telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 400 universitas di Asia dan menyalurkan danasiwa kepada nyaris 5.000 anak.
"Yang saya pelajari dari perjalanan ini adalah kita tidak selamanya berpikir gimana untuk mendapatkan, tetapi gimana kita berpikir untuk dapat memberikan kepada orang lain," tuturnya.
Ia berambisi Marnia bisa jadi bagian dari ekosistem nan menghubungkan industri kosmetik, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial, dan membawa produk kecantikan Indonesia ke pasar Asia. "Mari kita jadikan Marnia bukan hanya produk kosmetik, tetapi aktivitas memuliakan kehidupan," pungkasnya (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·