Demo Pemuda Menuju Parlemen, Polisi Tembak Gas Air Mata dan Meriam Air

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan pemuda berantem dengan polisi saat memprotes dugaan kecurangan dalam ujian pegawai negeri sipil (PNS). Polisi apalagi menggunakan gas air mata, meriam air, dan pentungan untuk membubarkan mereka, kala massa bergerak menuju gedung parlemen negara bagian.

Kejadian ini berjalan di negara bagian Jharkhand, India, Senin. Sebenarnya, para pelajar dan pemuda itu telah menggelar tindakan sejak 25 Juli lalu, menuntut perombakan sistem ujian, pembatalan sejumlah tes rekrutmen, serta penyelidikan oleh polisi federal atas dugaan kebocoran soal.

Mengutip Reuters dan ANI, Selasa (11/8/2026), ketegangan meningkat ketika ribuan demonstran berkumpul di sebuah stadion di Ranchi, ibu kota Jharkhand, sebelum bergerak menuju gedung legislatif. Massa terlihat membawa plakat, mengibarkan bendera India, meneriakkan slogan, dan memanjat barikade nan dipasang polisi.

Sejumlah pengunjuk rasa kemudian mendorong barikade dan terlibat bentrok bentuk dengan aparat. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata, mengerahkan meriam air, serta menggunakan pentungan untuk memukul mundur massa.

"Kami menunjukkan sikap tegas seminimal mungkin dan dalam waktu nan sangat singkat lantaran mereka hanyalah pelajar," ujar Kepala Polisi Kota Ranchi, Paras Rana, mengatakan abdi negara menggunakan kekuatan secara terbatas setelah sebagian demonstran bertindak agresif.

"Saya mengimbau semua orang untuk bersikap tenteram dan tidak melakukan kekerasan. Tuntutan Anda sudah sampai ke pemerintah; jangan tunjukkan agresi," tambahnya menyebut tuntutan mereka telah disampaikan kepada pemerintah.

Aksi di Jharkhand menjadi bagian dari gelombang kemarahan pemuda India terhadap dugaan korupsi dalam sistem pendidikan dan rekrutmen pemerintah. Sebelumnya, demonstrasi berminggu-minggu di Delhi nan juga dipicu dugaan kebocoran soal ujian melibatkan sekitar 50.000 pemuda dan berujung pada pengunduran diri Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan.

Pemerintah Jharkhand nan dipimpin partai wilayah oposisi terhadap Perdana Menteri (PM) Narendra Modi menyatakan telah berbincang dengan para demonstran. Pemerintah menyatakan sebagian besar tuntutan telah diterima dan membuka kesempatan untuk melanjutkan pembicaraan guna meredakan ketegangan.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya