Pelaku penembakan mengatakan dia melakukan serangan itu lantaran perselisihan nan sudah lama terjadi mengenai uang.
Petugas polisi forensik memeriksa letak penembakan setelah mantan (eks) personil majelis Chalong Riewrang menembak pejabat pemerintah wilayah (pemda) Thongchai Yenprasert di Provinsi Nonthaburi, Thailand. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Insiden nan terjadi Senin, hanya beberapa hari setelah tindakan penembakan nan dilakukan seorang remaja di sebuah sekolah di provinsi nan sama, kembali memicu perdebatan tentang pengendalian senjata di Thailand. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
"Pelaku penembakan ditangkap setelah menembaki instansi pemerintahan di pinggiran ibu kota Thailand," kata polisi dikutip Reuters, Selasa (11/8/2026). "Tersangka nan merupakan seorang mantan personil parlemen, menembaki seorang pejabat senior provinsi dan sopirnya," tambah komandan polisi Nonthaburi, Mayor Jenderal Dejrapee Kongdee. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Thongchai sempat dilarikan ke Rumah Sakit Phra Nang Klao setelah mengalami luka tembak di bagian leher dan kehilangan banyak darah. Direktur rumah sakit Dr. Sakol Sookprome mengatakan Thongchai akhirnya meninggal dunia, sementara sopirnya juga tertembak di lengan kanan namun kondisinya tidak kritis. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Menurut Chalong (pelaku penembakan pada foto), dirinya tidak beriktikad menembak korban. Ia menyatakan pengemudi Thongchai lebih dulu mengeluarkan senjata dan mengarahkannya kepadanya. Hal tersebut, tegasnya, membikin dia kemudian melepaskan tembakan. Namun, polisi mengatakan rekaman CCTV hanya memperlihatkan Chalong menembakkan senjatanya dari jarak dekat. Kepala polisi wilayah Wattana juga mengatakan kedua pihak membawa senjata api. Tetapi senjata nan ditemukan di dalam kendaraan Thongchai tidak sempat digunakan. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·