Dihantam Krisis Kepercayaan, Infantino Kehilangan Dukungan, Siapa Penggantinya?

1 jam yang lalu 3
Dihantam Krisis Kepercayaan, Infantino Kehilangan Dukungan, Siapa Penggantinya? Presiden FIFA Gianni Infantino.(FRANCK FIFE / AFP)

PRAHARA politik di tubuh FIFA kian memanas. Hanya dua pekan setelah merayakan puncak gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat berbareng Presiden Donald Trump, Presiden FIFA Gianni Infantino sekarang menghadapi titik terendah dalam pekerjaan kepemimpinannya.

Keputusan Infantino membatalkan proyek penjualan saham komersial ajang-ajang utama FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada swasta akibat penolakan masif dari UEFA, Concacaf, dan AFC rupanya tidak lantas meredakan krisis. Isu sekarang bergeser dari sekadar pembatalan rencana investasi swasta menjadi krisis kepercayaan atas style kepemimpinan laki-laki berumur 56 tahun tersebut.

"Ini bukan lagi sekadar mengenai satu usulan tunggal. Hal ini telah menguak kelemahan mendasar dalam proses konsultasi dan pengambilan keputusan FIFA nan sekarang kudu segera dibenahi," tegas pernyataan resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Mosi tidak percaya juga menjalar ke internal. Carlos Cordeiro, penasihat unik Infantino sekaligus penasihat senior Task Force Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, resmi mengundurkan diri. Sementara itu, Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour terang-terangan menyebut pihak manajemen internal FIFA telah "dikecoh" mengenai proyek tersebut.

Meski tekanan kian menguat, peta politik FIFA tidak mudah digoyahkan. Mantan Ketua FA David Bernstein menilai Infantino tetap berkesempatan memperkuat mengingat kultur politik FIFA nan unik.

"Dalam organisasi normal, jika seorang pemimpin kudu mundur akibat masalah sebesar ini, dia kemungkinan besar sudah diberhentikan. Namun, FIFA bukanlah organisasi normal. Jika dia mengantongi support dari cukup banyak asosiasi nasional, dia bakal tetap bertahan," kata David Bernstein.

Kendati demikian, sejumlah nama mulai mencuat menjelang Kongres ke-77 FIFA di Marokko pada Maret mendatang, nan menjadi arena penentuan kepemimpinan baru.

Presiden Concacaf Victor Montagliani menjadi salah satu figur terdepan. Sosok asal Kanada nan menguasai empat bahasa ini dinilai mempunyai rekam jejak kuat dalam reformasi tata kelola serta sukses mengawal penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Nama lain nan membayangi adalah Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa. Pejabat asal Bahrain ini terbukti sukses menyatukan 46 negara Asia untuk menentang kebijakan Infantino.

Kandidat lain nan turut diperhitungkan meliputi Presiden PSG dan Ketua European Football Clubs (EFC) Nasser Al-Khelaifi, serta Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom. Namun, Grafstrom dinilai bakal terganjal sentimen internal nan menginginkan suksesi kepemimpinan FIFA bergeser dari kekuasaan figur Eropa.

Para calon Presiden FIFA mempunyai waktu hingga 18 November untuk mendaftarkan diri secara resmi sebelum penentuan arah baru sepak bola bumi digelar di Marokko tahun depan. (BBC/P-4)

Selengkapnya