Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Industri Hotel Perkuat Efisiensi dan Pengelolaan Limbah

1 jam yang lalu 2
Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Industri Hotel Perkuat Efisiensi dan Pengelolaan Limbah Ilustrasi(Dok Istimewa)

Industri perhotelan di Indonesia mulai memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap model pariwisata nan tidak hanya berorientasi pada kenyamanan wisatawan, tetapi juga menjaga lingkungan dan efisiensi operasional.

Langkah tersebut salah satunya diterapkan Swiss-Belhotel Bogor, Jawa Barat, sebagai subholding PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI), nan memperkuat program sustainability melalui efisiensi daya dan air, pengurangan plastik sekali pakai, dan penggunaan bahan kimia ramah lingkungan.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui peluncuran Circular Laundry and Facility Cleaning Pilot Program, hasil kerja sama Swiss-Belhotel Bogor dengan Siklus. Program ini menjadi bagian dari penerapan kerangka environmental, social, and governance (ESG) di lingkungan perusahaan.
Komisaris Independen PT IKAI Bernardus Djonoputro mengatakan penerapan konsep ramah lingkungan di area Bogor mempunyai akibat nan lebih luas lantaran wilayah tersebut merupakan salah satu penyangga Jakarta.
"Konsep ramah lingkungan ini otomatis bukan hanya mengurangi pencemaran di sekitar Kota Bogor, tetapi juga berakibat positif bagi Ibu Kota Jakarta," ujarnya.

Menurut dia, penguatan praktik keberlanjutan pada sektor perhotelan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata nan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Direktur Utama PT IKAI Desra Ghazfan menegaskan langkah itu merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip ESG.
"Ini membuktikan Swiss-Belhotel telah menjalankan kerangka kerja untuk mengukur akibat keberlanjutan serta etika suatu upaya di luar aspek finansial murni," ujarnya.

General Manager Swiss-Belhotel Bogor Heru Wibowo sebelumnya menjelaskan penerapan konsep eco-green merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung agenda daya hijau pemerintah sekaligus menyesuaikan diri dengan standar keberlanjutan internasional.

Swiss-Belhotel Bogor menjadi salah satu pelopor di jaringan hotelnya dalam mengangkat produk chemical ramah lingkungan dari Cplus, produk PT Siklus Indonesia.

Produk tersebut digunakan untuk empat area utama operasional hotel, ialah laundry, pembersihan area umum, pembersihan dapur, serta perawatan mebel.

Bahan nan digunakan sebelumnya telah diformulasikan untuk kebutuhan rumah sakit sehingga aspek keamanan bagi tamu dan tenaga kerja menjadi salah satu pertimbangan utama.

Dari sisi industri nasional, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Sekitar 70% komponen produk chemical nan digunakan diproduksi secara lokal sehingga turut mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Penerapan prinsip keberlanjutan tersebut juga diklaim memberikan akibat terhadap efisiensi operasional hotel.

Pada periode 2025–2026, penerapan program tersebut disebut bisa menghemat biaya operasional hingga 30%. Angka efisiensi itu ditargetkan meningkat menjadi 40%–60% pada 2030.

Selain efisiensi biaya, pengelolaan limbah air juga menjadi perhatian. Kualitas air limbah disebut dapat mencapai kondisi netral dengan pH sekitar 7 sehingga lebih kondusif untuk diproses kembali dan mengurangi akibat pencemaran terhadap ekosistem sungai.

Sementara itu, upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai telah dilakukan sejak awal 2025 dengan mengganti botol plastik bungkusan menggunakan botol kaca nan dapat diisi ulang alias refill.

Langkah tersebut menunjukkan agenda keberlanjutan di sektor pariwisata mulai bergeser dari sekadar kampanye lingkungan menjadi bagian dari strategi bisnis, terutama melalui penghematan biaya, penggunaan produk lokal, pengelolaan limbah, dan pengurangan konsumsi plastik.

Jika diterapkan lebih luas, praktik serupa berpotensi memperkuat transformasi industri pariwisata nasional menuju model upaya nan lebih efisien dan mempunyai akibat lingkungan lebih rendah. (H-2)

Selengkapnya