Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan untung industri China pada bulan Juli melambat ke laju terlemahnya tahun ini, dengan hanya berekspansi 11,2% dari tahun sebelumnya. Lesunya permintaan dan perlambatan ekonomi nan lebih luas menjadi beban berat bagi para produsen di negara dengan ekonomi terbesar kedua di bumi tersebut.
Mengutip CNBC Internatioal, Kamis (27/08/2026), Biro Statistik Nasional (NBS) mencatat bahwa selama tujuh bulan pertama tahun ini, untung naik 17,6% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Angka tersebut secara nyata menunjukkan hilangnya momentum jika dibandingkan dengan pertumbuhan 18,7% nan sempat dicetak pada paruh pertama.
Meski demikian, profitabilitas perusahaan industri sejatinya telah memandang titik kembali nan nyata, dari pertumbuhan nan nyaris tidak positif tahun lampau menjadi kenaikan dua digit tahun ini. Pemulihan tersebut sebagian besar ditopang oleh ledakan kepintaran buatan (AI) dunia nan memicu tingginya permintaan untuk pembuatan peralatan komputasi dan elektronik.
Industri sirkuit terpadu, nan dipimpin oleh produsen chip memori dan komputasi, mencatat ekspansi untung 18,5% pada periode Januari-Juli secara tahunan, dan menyumbang lebih dari 80% dari total perolehan untung di seluruh sektor elektronik. Kenaikan untung lebih dari lima kali lipat dalam manufaktur serat optik juga turut mendongkrak perolehan keseluruhan dalam manufaktur maju.
Kinerja positif juga datang dari produsen bahan baku nan memandang untung melonjak tajam 55,2% pada akhir Juli secara tahunan. Industri pengolahan minyak bumi juga sukses membalikkan keadaan menjadi untung selama tujuh bulan lantaran gangguan pasokan di Timur Tengah nan mendorong lonjakan nilai produk kimia hilir.
Ekonom Senior di Economist Intelligence Unit (EIU), Tianchen Xu, membeberkan bahwa bahan baku dan rantai pasokan AI tetap tangguh. Namun, industri nan berhadapan langsung dengan konsumen justru sangat kesulitan.
"Pertumbuhan nan melambat terutama diseret turun oleh jatuhnya investasi di properti dan infrastruktur, dibuktikan dengan memburuknya untung di industri baja dan semen," paparnya.
Sektor konsumen nan babak belur ini tercermin pada manufaktur furnitur nan mencatat penurunan untung semakin tajam hingga 58,2% pada tujuh bulan pertama tahun ini. Angka tersebut jauh lebih jelek dari nomor 52,7% pada bulan Juni lalu.
Data LSEG menyoroti bahwa nilai produsen China pada Juni sejatinya sempat tumbuh pada laju tercepat dalam nyaris empat tahun setelah pulih dari kemerosotan multi-tahun sejak Oktober 2022. Namun, dorongan reflasi ini tampaknya mulai memudar lantaran pemulihan nilai hanya didorong oleh melonjaknya biaya daya global, sementara permintaan domestik tetap tertinggal.
Inflasi tingkat pabrik pada akhirnya melambat ke level terendah tiga bulan. Angkanya 3,5% pada bulan Juli.
Kondisi lesu ini selaras dengan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua nan melemah ke laju paling lambat dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Pelacak aktivitas dari tim riset Bank of America mengindikasikan adanya kehilangan momentum pertumbuhan secara luas pada bulan Juli.
Pertumbuhan ekspor riil ambruk menjadi 5,5% dari 11,6% pada bulan Juni. Ini pun disertai parameter lain seperti penjualan ritel, lampau lintas pelabuhan, dan produksi listrik nan semakin melemah.
Para ahli ekonomi sekarang memperkirakan otoritas China bakal meningkatkan support nan ditargetkan untuk menstabilkan profitabilitas perusahaan. Ekonom di Julius Baer, Sophie Altermatt, memprediksi pengerahan sumber daya fiskal nan ada kemungkinan bakal dipercepat selama beberapa bulan ke depan, dengan potensi langkah pelonggaran tambahan jika pertumbuhan terus merosot.
"Ini kudu memberikan beberapa stabilisasi jangka pendek dan menempatkan dasar di bawah pertumbuhan," ucapnya.
"Kehancuran pasar properti, kepercayaan rumah tangga nan lesu, dan investasi swasta nan lemah membatasi pemulihan," tambahnya menegaskan bahwa kebangkitan siklus ekonomi nan kuat tetap sangat tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·