Eks Wamen Ditangkap Korupsi, Rp191 M Ditemukan di Gorong-Gorong Rumah

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Irak mengungkap temuan mengejutkan baru dalam penyelidikan kasus korupsi nan menyeret eks Wakil Menteri (Wamne) Perminyakan Urusan Penyulingan, Adnan Al Jumaili. Aparat sekarang menemukan duit tunai sebesar 14 miliar dinar Irak alias sekitar US$10,7 juta (setara Rp191,53 miliar) nan disembunyikan di dalam gorong-gorong saluran drainase air hujan rumahnya.

Seorang pengadil investigasi di Pengadilan Kriminal Anti-Korupsi Pusat mengatakan duit tersebut ditemukan saat interogator menelusuri aliran biaya dari sejumlah proyek nan diduga mengenai Al Jumaili dan para koleganya. "Uang itu ditemukan tersembunyi di dalam lubang drainase," tegas pengadil seraya menegaskan penyelidikan tetap terus berjalan untuk mengungkap seluruh pihak nan terlibat, seperti dikutip media lokal, Jumat (10/7/2026).

Kasus Al Jumaili menjadi bagian dari kampanye pemberantasan korupsi nan diluncurkan Perdana Menteri Ali Al Zaidi sejak menjabat pada Mei lalu. Operasi tersebut telah menyeret puluhan pejabat tinggi dan politisi ke proses hukum.

Penemuan duit di gorong-gorong itu terjadi hanya beberapa hari setelah pengadilan Irak mengumumkan penyitaan 25 miliar dinar Irak, duit tunai US$1 juta (Rp17,9 miliar), serta lima kilogram perhiasan emas nan disembunyikan di dalam botol air mineral di rumah Al Jumaili di Tikrit. Menurut Dewan Yudisial Tertinggi Irak, total aset nan telah disita dalam perkara tersebut sekarang mencapai 127 miliar dinar Irak, duit tunai US$24 juta (sekitar Rp429,6 miliar), selain beragam aset lain berupa properti, kendaraan, dan perhiasan emas.

Al Jumaili ditangkap bulan lampau atas dugaan korupsi dalam perjanjian proyek kilang minyak. Penyidik menduga praktik suap dan penggelapan biaya dalam proyek tersebut melibatkan nilai hingga miliaran dolar AS.

Dalam penyergapan sebelumnya, abdi negara juga menyita sekitar US$10 juta (Rp179 miliar), tiga miliar dinar Irak, 1,5 kilogram emas, sekitar 40 properti di Provinsi Baghdad, Salaheddin, dan Erbil, serta sejumlah senjata nan diduga berangkaian dengan kasus tersebut.

Gelombang penindakan korupsi di Irak juga menyasar pejabat lain. Pada akhir bulan lalu, pasukan keamanan menangkap 47 personil parlemen dan pejabat pemerintah, termasuk Ali Maarij nan menjabat sebagai Wakil Menteri Perminyakan Urusan Distribusi.

Juru bicara pemerintah Haider Abadi menegaskan operasi tersebut menjadi salah satu pilar utama pemerintah untuk memperkuat lembaga negara dan menjaga finansial publik. Ia menyebut pemberantasan korupsi bakal terus dilakukan demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

(tfa/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya