Sudah Ada Investor Ngebet Garap Tol Puncak Bogor, Rute Masih Rahasia

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelanjutan proyek Tol Puncak ruas Caringin-Cisarua tetap terus dimatangkan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan, pemrakarsa proyek saat ini tetap melakukan asistensi dengan pemerintah untuk mengoptimalkan trase dan basic design jalan tol tersebut.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan mengatakan, pembahasan proyek Tol Puncak saat ini tetap berfokus pada pencarian rute paling optimal. Hal itu dilakukan lantaran trase jalan tol di area Puncak dinilai cukup rumit dan memerlukan perencanaan matang agar biaya bangunan tidak membengkak.

"Puncak nan Caringin-Cisarua, pemrakarsanya sudah melakukan asistensi dengan kita untuk optimasi rute-nya dan basic design-nya," kata Dedy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Dedy menjelaskan, proyek Tol Puncak ini diprakarsai badan upaya swasta. Namun, dia belum merinci konsorsium nan menggarap proyek tersebut.

Ia menuturkan, sampai saat ini belum ada kepastian kapan proyek itu bisa masuk tahap berikutnya. Dedy menyebut percepatan proyek bakal sangat berjuntai pada kesiapan penanammodal dalam menuntaskan basic design dan tahapan lanjutan lainnya.

"Ya tergantung investornya kan, jika investornya cepat, jika kelak proses basic design-nya cepat.. kan lenyap basic design ada Amdal, terus kelak ada publikasi ROW (right of way), terus lelang dulu, pembebasan lahan, dan lain-lain gitu, tergantung kesiapan badan usahanya," jelasnya.

Puncak arus mudik tetap berjalan pada H-2 Lebaran 2025. Situasi lampau lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya di KM 31 arah Cikarang Barat, terpantau padat merayap pada siang hari, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Adiandono)Puncak arus mudik tetap berjalan pada H-2 Lebaran 2025. Situasi lampau lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya di KM 31 arah Cikarang Barat, terpantau padat merayap pada siang hari, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Adiandono) Foto: Puncak arus mudik tetap berjalan pada H-2 Lebaran 2025. Situasi lampau lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya di KM 31 arah Cikarang Barat, terpantau padat merayap pada siang hari, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Adiandono)

Dedy mengatakan, hingga akhir tahun ini kemungkinan baru bakal terlihat trase mana nan paling optimal untuk proyek Tol Puncak. Menurutnya, penentuan rute bukan perkara mudah lantaran kondisi trase menuntut pembangunan terowongan hingga struktur khusus.

"Ya mungkin baru keluar trasenya apa nan optimal, lantaran itu kan sangat susah ya trasenya, kudu ada tunnel, kudu ada struktur, nah itu kita kudu optimasi biar cost-nya nggak tinggi," ucap Dedy.

Saat ditanya apakah proyek Tol Puncak bisa mulai dikebut tahun depan, Dedy belum bisa memastikan. Menurut dia, proyek itu tetap kudu melalui tahapan lelang sebelum masuk ke fase lebih lanjut.

"Kan kudu lelang ya," katanya.

Adapun ketika ditanya siapa badan upaya di kembali proyek tersebut dan apakah terafiliasi dengan konglomerat tertentu, Dedy mengaku belum hafal perincian konsorsium pemrakarsa Tol Puncak itu.

"Waduh, nggak hafal saya itu tetap konsorsium ya, konsorsiumnya saya nggak hafal," pungkas dia.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya