Esports Jadi Ruang Edukasi Literasi Keuangan Generasi Muda

2 jam yang lalu 7
Esports Jadi Ruang Edukasi Literasi Keuangan Generasi Muda Ilustrasi(Dok IPOT)

EKOSISTEM esports sekarang tak hanya menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan keahlian kompetitif dan talenta digital, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang edukasi literasi keuangan. Bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Asosiasi Esports Indonesia (IESPA), PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) sukses menjadi mitra strategis dalam gelaran Esports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena GBK Senayan, Sabtu-Minggu, 8-9 Agustus 2026.

Esports Kapolri Cup 2026 bukan sekadar turnamen komersial alias kampanye sesaat (one-off campaign), melainkan sebuah aktivitas nasional berkepanjangan untuk membentengi talenta digital Indonesia dengan literasi finansial nan kuat. Esports Kapolri Cup 2026 digelar secara nasional di Jakarta dengan kejuaraan utama Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Presiden Direktur & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menegaskan keterlibatan pihaknya dalam Esports Kapolri Cup 2026 merupakan manifestasi visi perusahaan untuk menciptakan generasi muda nan pandai secara finansial sejak dini. Generasi Z dan Gen Alpha dinilai bakal menjadi penggerak utama ekonomi digital Indonesia di masa depan.

"Dukungan IPOT dalam Esports Kapolri Cup 2026 bukanlah program seremonial satu kali, melainkan aktivitas nasional jangka panjang nan mengintegrasikan literasi finansial langsung ke dalam style hidup digital mereka,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Langkah tersebut dinilai relevan dengan karakter dan keseharian generasi muda nan semakin lekat dengan ekosistem digital. Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah langkah generasi muda berkomunikasi dan mencari hiburan, tetapi juga mendorong perubahan dalam langkah mereka mengelola finansial dan mengakses investasi.

Kemudahan membuka dan menggunakan platform investasi melalui aplikasi turut membikin akses terhadap instrumen finansial semakin terbuka bagi golongan usia muda. Kehadiran teknologi kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) juga semakin memperkaya fitur jasa investasi, mulai dari penyajian info hingga kajian nan dapat membantu pengguna mengambil keputusan.

Kondisi tersebut membikin penguatan literasi finansial menjadi semakin penting. Kemudahan akses terhadap produk finansial perlu diimbangi dengan keahlian memahami risiko, menyusun strategi keuangan, serta mengambil keputusan investasi secara bijak. Karena itu, esports dapat menjadi salah satu ruang nan strategis untuk menyisipkan edukasi finansial dalam aktivitas digital nan sudah dekat dengan kehidupan generasi muda.

"Dulu investasi terkesan ribet dan butuh modal besar. Sekarang, cukup lewat aplikasi di smartphone nan dibekali asisten dan fitur mumpuni berbasis AI seperti AI Analytics dan Trade Flow di IPOT, siapa saja bisa mulai berinvestasi dengan modal terjangkau," katanya.

Ia menjelaskan secara khusus, AI analytics bakal menyederhanakan laporan keuangan, tren teknikal, dan buletin pasar menjadi konklusi nan mudah dipahami (seperti status Bullish, Neutral, alias Bearish), sementara Trade Flow berfaedah membongkar aktivitas pelaku pasar utama dengan menganalisis pergerakan biaya Smart Money, transaksi penanammodal asing, serta tingkat agresivitas pasar guna memberikan gambaran jelas mengenai arah dan potensi pergerakan nilai saham berikutnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo menegaskan, penetrasi internet dan bumi digital telah membawa perubahan pada landscape kehidupan sosial masyarakat, terutama bagi generasi muda. 

Ruang digital sekarang bukan lagi dipandang sebagai sarana komunikasi dan hiburan, melainkan telah berkembang menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi, hingga mengukir prestasi.

"Saya berambisi kejuaraan Esports Kapolri Cup 2026 bakal melahirkan banyak talenta digital Indonesia nan kreatif, berintegritas, dan berkekuatan saing global," pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya