Evaluator UNESCO Yongmun Jeon mengawasi jejak-jejak purbakala pada batuan pengetahuan bumi nan menghampar panjang di dalam area Geopark Merangin nan dia kunjungi untuk kerja revalidasi berbareng evaluator Nocolas Klee, Selasa (11/8)(MI/SOLMI)
SAAT melakukan revalidasi, Selasa (11/8), Tim evaluator UNESCO Global Geopark merasa kagum oleh kekayaan pengetahuan bumi di area Geopark Merangin, di Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.
Buah dari ketakjuban itu, satu dari dua evaluator yakni, Yongmun Jeon asal Koreal Selatan, menyarankan kepada pemerintah daerah, khususnya Pemenerintah Kabupaten Merangin, untuk melestarikan beragam kekayaan alam berhistoris ratusan tahun tersebut dalam corak edukasi imajinatif dan interaktif buat generasi muda di Jambi. Seperti dalam corak cerita bergambar (cergam) untuk anak-anak.
Saat melakukan tugas penilaian kembali (revalidasi), Yongmun Jeon ditemani evaluator UNESCO Nocolas Klee asal Prancis. Sepanjang Selasa mereka berdua menyusuri aliran Sungai
Di sepanjang lintasan sungai, keduanya disuguhkan jejak purba berumur ratusan juta tahun. Mulai dari fosil batang pohon membatu (Araucarioxylon) dan fosil pakis purba (Pecopteris) nan tertanam tegak di tebing sungai akibat erupsi gunung berapi purba, hingga fosil hewan laut seperti kerang, brakiopoda, dan krinoid di Formasi Mengkarang.
Yongmun Jeon menilai situs bumi Merangin ini mempunyai nilai warisan bumi nan luar biasa. Namun, dia menyayangkan tetap minimnya info edukatif nan ramah bagi generasi muda maupun visitor awam.
"Kekayaan alam ini kudu dilestarikan dengan baik. Sayangnya tak banyak info nan tersedia," kata Yongmun Jeon melalui translator dari Balai Bahasa Provinsi Jambi, Lukman.
Ia mendorong pemerintah wilayah agar mengemas sejarah pengetahuan bumi tersebut ke dalam bahasa nan lebih mudah dicerna anak-anak. "Pemerintah bisa membikin kitab cerita bergambar untuk anak-anak dengan bahasa nan mudah dimengerti. Jadi, saat ada kunjungan anak-anak, kitab itu bisa menjadi media pembelajaran sekaligus memicu minat baca. Anak-anak dan masyarakat umum jadi mengerti gimana proses terbentuknya kekayaan pengetahuan bumi ini," bebernya.
Senada dengan Yongmun, Nicolas Klee menegaskan bahwa potensi Geopark Merangin jangan hanya berakhir sebagai objek wisata pemandangan semata. Melainkan kudu diangkat sebagai laboratorium pengetahuan pengetahuan. "Kekayaan pengetahuan bumi ini adalah sumber pengetahuan pengetahuan nan luar biasa.
Sayangnya, belum banyak masyarakat umum nan menyadarinya. Kebanyakan berjamu hanya lantaran keelokan alam, bukan lantaran nilai sejarah geologinya. Pemkab Merangin kudu mengambil langkah-langkah edukatif bagi masyarakat luas," ungkap Nicolas. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·