Fadli Zon Buka Sayembara, Ingin Ada Film Sejarah Seperti di Hollywood

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 sebagai upaya memperbanyak movie bertema sejarah dan kepahlawanan di Tanah Air. Program tersebut, kata Fadli, merupakan tindak lanjut dari pendapat Presiden Prabowo Subianto nan mau lebih banyak sejarah Indonesia diangkat ke layar lebar.

"Ini sebetulnya hasil obrolan dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau mempunyai pendapat gimana sejarah kita juga dibuatkan film-filmnya seperti di negara-negara lain," katanya dalam peluncuran program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Soal argumen melakukan sayembara, Fadli mencontohkan gimana kesuksesan Hollywood nan terus memproduksi film-film sejarah lintas generasi untuk menghidupkan kembali peristiwa masa lampau sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

"Kalau kita lihat, Hollywood itu luar biasa. Pembuatan film-film sejarah sampai hari ini tidak pernah berhenti. Perang Dunia II, nan sudah selesai 81 tahun lalu, sampai hari ini filmnya tetap ada. Filmnya tidak pernah berhenti, setiap tahun ada terus," ujarnya.

Menurut Fadli, movie bertema sejarah alias narasi kepahlawanan memang belum tentu selalu menguntungkan secara komersial. Namun, karya-karya tersebut mempunyai nilai krusial sebagai media edukasi sejarah sekaligus pelestarian memori kolektif bangsa.

Dia mencontohkan movie Gandhi nan dibintangi Ben Kingsley sebagai salah satu movie riwayat hidup nan sukses menyajikan sejarah secara menarik.

"Bagaimana movie itu sampai sekarang, jikalau ditonton, tidak pernah membosankan. Film biopik seperti ini ditampilkan dengan sangat menarik," katanya.

Melalui Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026, Kementerian Kebudayaan membuka kesempatan bagi rumah produksi, perusahaan perfilman, organisasi film, dan sineas Indonesia untuk mengembangkan movie nan mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945-1950.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti mengatakan, peserta nan lolos bakal memperoleh support pendanaan nan berasal sepenuhnya dari Kementerian Kebudayaan. Lalu juga bakal mendapat pendampingan penyempurnaan skenario, konsultasi berbareng sejarawan dan budayawan, hingga pendampingan produksi oleh para ahli perfilman. 

Pendaftaran dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Seluruh proposal bakal melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian majelis juri, presentasi (pitching), penetapan penerima program, pengembangan proyek, proses produksi, hingga monitoring secara terbuka dan profesional.

Sayembara dibuka dalam dua kategori, ialah movie panjang berdurasi minimal 75 menit dan movie pendek berdurasi 15-30 menit. Pemerintah juga sudah menentukan beberapa tema, di antaranya Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, Gerilya Jenderal Soedirman, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), hingga perjuangan diplomasi dan ekonomi pada masa awal republik.

Nantinya, film-film tersebut diharapkan dapat diputar di bioskop, online streaming, sekolah, pagelaran movie nasional maupun internasional, serta perwakilan Indonesia di luar negeri sebagai media edukasi sejarah dan penguatan memori kolektif bangsa.

(mfa/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya