Faunaland dan Vantara Dorong Tingkatkan Kesejahteraan Satwa di Bandung Zoo

1 jam yang lalu 3
Faunaland dan Vantara Dorong Tingkatkan Kesejahteraan Satwa di Bandung Zoo Ahli dalam kesehatan dan perawatan gajah dari Vantara, Yaduraj Khadpekar, turut datang untuk memeriksa Salma, gajah sumatra.(MI/Naviandri)

FAUNALAND selaku pengelola Bandung Zoo, menerima kunjungan tim Vantara dari India, guna melakukan peninjauan satwa di Bandung Zoo dan berganti pengetahuan mengenai kesejahteraan dan perawatan satwa serta konservasi.

Kunjungan ini menjadi salah satu langkah awal Faunaland, dalam mempersiapkan pengelolaan Bandung Zoo, sekaligus melanjutkan kerjasama dengan Vantara dalam beragam aktivitas konservasi satwa di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, tim Faunaland dan Vantara meninjau sejumlah area di Bandung Zoo dan berbincang mengenai kesehatan satwa, nutrisi, jasa veteriner, pengayaan lingkungan, pengelolaan kediaman dan konservasi.

Dokter hewan Vantara nan mempunyai skill dalam kesehatan dan perawatan gajah, Yaduraj Khadpekar, turut datang untuk memeriksa Salma, gajah Sumatera koleksi Bandung Zoo. Kehadiran Yaduraj merupakan bagian dari upaya Vantara untuk berbagi skill veteriner dalam mendukung peningkatan kesejahteraan satwa.

CEO Faunaland, Danny Gunalen Jumat (21/8) menyatakan pengalaman Faunaland dalam mengelola area konservasi di lingkungan perkotaan menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan Bandung Zoo.

“Selama ini kami telah mengembangkan pendekatan konservasi urban melalui Faunaland Ancol dan Faunaland Buperta Cibubur. Pengalaman tersebut menjadi bekal krusial bagi kami dalam mempersiapkan pengelolaan Bandung Zoo nan juga berada di tengah kota. Kolaborasi dengan Vantara memberikan perspektif dan pengalaman tambahan nan dapat semakin memperkaya pendekatan tersebut," paparnya.

Menurut Danny, Faunaland membawa konsep city zoo modern nan memadukan konservasi, kesejahteraan satwa, edukasi dan pengalaman pengunjung. Pendekatan ini menempatkan kebun hewan bukan hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk belajar mengenai satwa dan lingkungan. Kesejahteraan satwa merupakan bagian mendasar dari pendekatan tersebut.

“Bagi kami, kebun hewan modern bukan sekadar soal akomodasi alias pengalaman pengunjung. nan lebih krusial adalah memastikan satwa dirawat dengan baik, mendapatkan nutrisi nan tepat, mempunyai lingkungan nan sesuai dan mendapatkan jasa veteriner nan memadai, sementara kebun hewan tetap menjalankan kegunaan konservasi dan edukasi," jelasnya.

KEAHLIAN GLOBAL
Vantara sendiri kata Danny, membawa skill dunia nan dibangun melalui pengalaman konservasi di lapangan, riset dan pengembangan kapasitas. Salah satu inisiatifnya adalah Vantara University di Jamnagar, India, nan diresmikan pada April 2026 dan disebut sebagai universitas dunia terintegrasi pertama di bumi nan didedikasikan untuk konservasi satwa liar dan pengetahuan kedokteran hewan. 

Universitas ini menggabungkan pengalaman lapangan dengan pendidikan dan riset di bagian kedokteran satwa liar, nutrisi, perilaku satwa, genetika, epidemiologi, One Health dan konservasi.

"Vantara sebelumnya telah mempunyai kesempatan untuk memahami kondisi satwa di Bandung Zoo. Kunjungan kali ini menjadi bagian dari keterlibatan nan lebih luas sekaligus membuka ruang bagi kedua lembaga untuk berganti pengetahuan dan pengalaman," tandasnya.

Dengan pengalaman di Faunaland Ancol dan Faunaland Buperta Cibubur lanjut Danny,  Faunaland memandang kesempatan bagi Bandung Zoo untuk berkembang sebagai city zoo modern nan sesuai dengan karakter Kota Bandung, sebuah ruang konservasi di tengah kota nan juga mempunyai kegunaan edukasi, ruang hijau dan rekreasi keluarga. Apalagi Bandung Zoo mempunyai hubungan nan sangat dekat dengan masyarakat Bandung. 

"Kami mau mempertahankan kedekatan tersebut sekaligus meningkatkan standar pengelolaannya. Kesejahteraan satwa, konservasi dan edukasi bakal menjadi bagian krusial dari perjalanan Bandung Zoo berikutnya. Faunaland dan Vantara bakal terus berganti pengetahuan dan membuka kesempatan kerjasama dalam bagian kesejahteraan satwa dan konservasi seiring dengan dimulainya babak baru Bandung Zoo," sambungnya.(E-2)

Selengkapnya