Festival Dayung Tejoasri Masuk Kalender Event Provinsi Jatim

4 jam yang lalu 4
Festival Dayung Tejoasri Masuk Kalender Event Provinsi Jatim Festival Dayung Tejoasri kembali digelar di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Minggu (9/8) petang.(MI/M Yakub)

FESTIVAL Dayung Tejoasri kembali digelar di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Minggu (9/8) petang. Festival ini dilaksanakan untuk menghidupkan olahraga tradisional di area setempat. 

Konsistensi penyelenggaraan dan antusiasme peserta lintas wilayah membikin pagelaran olahraga tradisional ini dilirik Pemrov Jawa Timur untuk masuk dalam almanak event provinsi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi  mengapresiasi penyelenggaraan Festival Dayung Tejoasri nan setiap tahun terus berkembang. Menurutnya, pagelaran nan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus menjaga kejayaan Bengawan Solo.

“Setiap tahun lomba ini semakin baik. Festival Dayung Tejoasri tidak hanya menghidupkan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kejayaan Bengawan Solo dan mengembangkan potensi nan ada di sekitarnya,” tutur Pak Yes sapaan berkawan Bupati Lamongan.

Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, Festival Dayung Tejoasri diikuti 32 tim nan berasal dari Kabupaten Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Gresik dan lainnya. 

Keterlibatan peserta dari beragam wilayah menunjukkan pagelaran ini semakin dikenal dan berpotensi berkembang menjadi daya tarik wisata berbasis olahraga dan budaya lokal.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur  Hadi Wawan Guntoro memberikan apresiasinya terhadap konsistensi penyelenggaraan Festival Dayung Tejoasri. Ia berambisi event tersebut dapat masuk almanak event Provinsi Jawa Timur sehingga jangkauan pesertanya semakin luas.

“Harapannya aktivitas ini bisa menjadi event tahunan dan masuk almanak event Provinsi Jawa Timur. Pesertanya tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi ke depan mudah-mudahan bisa berkembang menjadi event nasional. Dengan begitu, Festival Dayung Tejoasri bisa membawa nama Lamongan semakin dikenal secara nasional hingga internasional,” ungkapnya.

Kepala Desa Tejoasri Yusuf Bachtiar menambahkan pagelaran ini sekaligus menghidupkan kembali kedekatan masyarakat dengan Bengawan Solo nan sejak dulu menjadi bagian krusial dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. 

Dengan memadukan olahraga tradisional, budaya, dan potensi wisata, Festival Dayung Tejoasri menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga warisan lokal sekaligus memperkenalkan potensi Lamongan kepada masyarakat luas.(E-2) 

Selengkapnya