ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berencana kembali melakukan ekspansi di Piala Dunia 2030 dengan diikuti oleh 64 peserta.
Piala Dunia 2026 sudah menerapkan format baru dengan 48 peserta. Ini merupakan peserta terbanyak dalam sejarah perhelatan gempita bola dunia.
Namun Infantino tak mau berakhir di situ. penambahan kontestan Piala Dunia jadi ambisi laki-laki berpaspor Swiss, Italia, dan Lebanon tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana [peserta Piala Dunia jadi 64 tim] adalah pembahasan nan bakal ditetapkan dan didiskusikan berbareng komite relevan setelah Piala Dunia kali ini," kata Infantino dalam wawancara dengan media Swiss, Bluewin, dikutip dari The Athletic.
Infantino beralasan, setiap negara berkuasa mengikuti Piala Dunia. Peningkatan kualitas tim-tim di jagat membuatnya mau membuka kesempatan lebih luas.
"Setiap negara semestinya berkuasa punya mimpi tampil di Piala Dunia. Anda bisa lihat kualitas tim begitu tinggi dan semakin meningkat di seluruh dunia."
"Jika Anda tidak memberi kesempatan untuk negara mini berperan-serta di Piala Dunia, mereka bakal kesulitan untuk berkembang," ujarnya.
Dalam laporan The Athletic, buahpikiran penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 merupakan buahpikiran dari Ketua Asosiasi Sepak Bola Uruguay (UFA), Ignacio Alonso dalam Rapat Majelis FIFA pada Maret 2025.
"FIFA, badan sepak bola dunia, menyatakan kepada The New York Times bahwa proposal dari Alonso secara spontan 'diutamakan' dari 'urusan lain' selama rapat itu," tulis The Athletic.
Di sisi lain, Presiden UEFA Aleksander Ceferin menolak rencana tersebut. Hal tersebut ditengarai bakal mencederai daya saing sekaligus mengubah dinamika sepak bola Eropa.
"Pada April lalu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin menolak proposal itu dan menyebutnya sebagai buahpikiran buruk. Ia berbicara rencana itu bakal merusak turnamen dan persaingan kualifikasi di Eropa," sebut The Athletic.
(ikw/nva)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·