FIFA Kecam Upaya Melemahkan Infantino

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

FIFA mengecam upaya melemahkan presiden mereka, Gianni Infantino, nan enggan mundur lantaran dorongan usai rencana penjualan saham Piala Dunia.

Infantino diminta mundur dari kedudukan Presiden FIFA setelah rencananya menjual saham Piala Dunia kepada swasta ditentang banyak asosiasi dan konfederasi.

UEFA, AFC, dan Concacaf jadi nan paling vokal menentang rencana Infantino itu. UEFA juga nan bersuara keras mendesak Infantino mundur akibat kelewat pemisah dalam menggunakan kekuasaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Infantino akhirnya membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia. Namun laki-laki berdarah Italia dan Swiss itu menolak mundur. Infantino apalagi bakal tetap maju sebagai kandidat Presiden FIFA pada pemilihan Maret 2027 mendatang.

Conmebol (Amerika Selatan) dan CAF (Afrika) tetap mendukung pencalonan Infantino. Kengototan Infantino itu memunculkan rumor liar soal UEFA nan disebut bayar duit dalam jumlah besar kepada wanita. Wanita itu kemudian diduga sebagai selingkuhan Infantino saat bekerja di UEFA.

"Sejalan dengan pernyataan terbaru dari CONMEBOL dan CAF, serta hasil obrolan dengan asosiasi personil dan konfederasi FIFA di seluruh dunia, FIFA tidak bakal mendukung, memfasilitasi, alias menoleransi proses pemilihan Presiden FIFA apa pun nan tidak sejalan dengan Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola nan telah ditetapkan," ujar ahli bicara FIFA.

[Gambas:Instagram]

FIFA kemudian menyatakan pemberitaan baru-baru ini merupakan upaya melemahkan lembaga tersebut dan Infantino.

"Semakin jelas terlihat adanya upaya terorganisir dan berkepanjangan dari pihak-pihak tertentu untuk melemahkan FIFA dan Presidennya. Mereka nan tidak mendapat support dari asosiasi personil FIFA semestinya tidak berupaya mencapai tujuan melalui tuduhan, sindiran, alias info keliru, hal-hal nan tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis FIFA nan telah mapan," tutur FIFA.

"Pemberitaan terkini memuat pernyataan nan tidak berdasar serta klaim nan terbukti keliru mengenai FIFA dan Presidennya. Spekulasi dan sindiran tidak boleh disajikan sebagai fakta, dan pengulangan suatu tuduhan tidak menjadikannya sebuah kebenaran.

[Gambas:Video CNN]

(sry/sry)

Selengkapnya