Gali Potensi Desa Wisata lewat Festival Budaya

1 jam yang lalu 4
Gali Potensi Desa Wisata lewat Festival Budaya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNJ menggagas Festival Budaya Desa Bulak.(Dok.Istimewa)

UNIVERSITAS Negeri Jakarta (UNJ) mendorong Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Pengembangan tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menggagas Festival Budaya Desa Bulak.

Desa Bulak mempunyai sejumlah potensi nan dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, antara lain Situs Buyut Banjar, tradisi dan kesenian lokal, kekompakan masyarakat, serta aktivitas upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program PkM UNJ nan dipimpin Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis Andy Hadiyanto melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta ustaz dan ulama. Program tersebut diarahkan untuk memetakan potensi desa sekaligus menyusun strategi pengembangan wisata nan dapat memberikan faedah ekonomi bagi masyarakat.

Kuwu Desa Bulak Meidi menyambut pendampingan UNJ. Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu masyarakat memandang potensi desa dari perspektif nan lebih luas.

“Pendampingan dari perguruan tinggi tidak hanya memberikan pendapat baru untuk pembangunan desa, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat mengenai pengelolaan potensi lokal agar lebih produktif,” ujar Meidi.

Ia berambisi pendampingan tersebut bersambung sehingga masyarakat mempunyai keahlian mengelola potensi desa secara mandiri.

Andy mengatakan Desa Bulak mempunyai modal sosial dan budaya nan kuat untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Namun, potensi tersebut perlu dikemas tanpa menghilangkan identitas dan nilai nan berkembang di tengah masyarakat.

“Desa Bulak mempunyai potensi budaya dan modal sosial nan kuat. Tantangannya adalah gimana potensi tersebut dikemas menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan identitas dan nilai nan hidup di tengah masyarakat,” kata Andy.

Menurut Andy, Festival Budaya Desa Bulak dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya lokal sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi kreatif. Festival tidak hanya diarahkan sebagai aktivitas tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi pengembangan desa wisata.

Masyarakat bakal didorong terlibat sejak tahap perencanaan, penyelenggaraan festival, hingga pengembangan produk dan jasa wisata. Dengan demikian, aktivitas wisata diharapkan memberikan nilai tambah langsung bagi warga.

Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ Rahmat Darmawan mengatakan masyarakat kudu menjadi pelaku utama dalam pengembangan desa wisata. Produk lokal dan atraksi budaya perlu diperkuat agar mempunyai daya tarik sekaligus membuka kesempatan ekonomi.

“Pengembangan desa wisata kudu menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Produk lokal, atraksi budaya, dan produktivitas penduduk perlu diperkuat agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Rahmat.

Tim UNJ kemudian menggelar Focus Group Discussion (FGD) berbareng masyarakat. Diskusi dibagi berasas potensi dan peran kelompok, mulai dari Karang Taruna, pelaku UMKM, hingga tokoh agama.

Kelompok Karang Taruna membahas rancangan Festival Budaya Desa Bulak, termasuk konsep aktivitas dan keterlibatan generasi muda. Sementara golongan UMKM membahas pengembangan produk lokal, mulai dari kemasan, penyajian, branding, hingga diversifikasi produk kuliner, fesyen, dan suvenir.

Kelompok lainnya membahas posisi nilai religius dan kearifan lokal dalam pengembangan desa wisata. Pengembangan pariwisata dinilai perlu melangkah seiring dengan pemeliharaan etika sosial dan tradisi masyarakat.

Hasil FGD bakal menjadi bahan penyusunan peta jalan pengembangan Desa Wisata Bulak. Peta jalan tersebut mencakup penguatan kapabilitas masyarakat, pengembangan pagelaran budaya, pemberdayaan UMKM, promosi digital, serta pengembangan jejaring kemitraan.

Andy menegaskan keberlanjutan pengembangan desa wisata memerlukan keterlibatan masyarakat dan support beragam pihak.

“Perguruan tinggi datang sebagai mitra nan memberikan pendampingan berbasis keilmuan dan membantu membangun jejaring. Namun, masyarakat tetap menjadi tokoh utama dalam menentukan arah dan keberlanjutan pengembangan desa,” ujarnya.

Melalui program tersebut, UNJ mendorong potensi budaya, tradisi, dan ekonomi lokal Desa Bulak dikelola secara lebih terarah. Pengembangan desa wisata diharapkan bisa memperkenalkan budaya setempat sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan karakter lokal. (E-2)

Selengkapnya