Gebrakan Pidato Prabowo: Dokter Terbang Hingga Guru Long Distance

59 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengakui tetap ada keterbatasan jasa kesehatan, terutama di wilayah terpencil di Indonesia. Demi memastikan seluruh rakyat mempunyai akses ke akomodasi kesehatan, beliau menjanjikan penemuan baru, termasuk penyediaan ambulans udara dan tim master terbang.

"Untuk itu kita kudu mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara apalagi kelak juga tim master terbang," kata Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, pada Jumat (14/8).

Fasilitas ambulans udara, sambung dia, dirancang agar bisa mendarat di medan-medan sulit, mulai dari lapangan rumput, area berpasir, hingga tepi sungai. Prabowo mengaku kerap mendapat laporan mengenai ibu mengandung dan bayi nan kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat jarak akomodasi kesehatan nan terlampau jauh. Ia menegaskan perihal tersebut tidak boleh terulang lagi.

"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa lantaran rumah sakit jauh, tidak boleh seorang ayah menjual seluruh kekayaan bendanya hanya lantaran kudu berobat ke kota besar," tambahnya.

Dalam kesempatannya, Presiden juga menjanjikan bakal merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 514 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66 RSUD di antaranya bakal dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pengadaan Smart Screen di Sekolah, Guru Terbaik Mengajar Long Distance

Selain sektor kesehatan, Prabowo menekankan alokasi anggaran untuk pengadaan papan pandai (smart screen) di lembaga pendidikan. Jika sebelumnya setiap sekolah hanya menerima 1 unit papan pintar, tahun depan pemerintah menganggarkan tambahan 3 unit smart screen untuk tiap sekolah.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah memasang sasaran ambisius dalam anggaran pendidikan. Salah satu targetnya adalah menyediakan panel interaktif (interactive flat panel/IFP) untuk seluruh ruang kelas di sekolah-sekolah penjuru Nusantara.

"Semua ruang kelas bakal kita lengkapi dengan layar pandai interaktif alias IFP. Di akhir bulan Desember 2026, kita perjuangkan semua sekolah bakal menerima tambahan 3 layar untuk tiap sekolah," jelasnya.

Prabowo memaparkan bahwa keberadaan IFP di tiap sekolah bakal memudahkan pembimbing dalam mengajar dan siswa dalam belajar. Selain itu, para siswa dapat mengakses program pembelajaran jarak jauh (long distance) berbareng guru-guru terbaik langsung dari studio di Jakarta maupun ibu kota provinsi.

"Semua kelas di seluruh Indonesia bakal punya akses kepada pendidikan nan terbaik. Kita kudu melakukan lompatan di bagian pendidikan," tegasnya.

Program pengadaan layar pandai ini merupakan bagian dari pengucuran anggaran pendidikan pemerintah pada 2027. Presiden menambahkan bahwa pemerintah juga mengalokasikan anggaran shopping untuk merenovasi sekolah-sekolah nan rusak serta membebaskan biaya pendidikan (menggratiskan) seluruh sekolah negeri.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya