Ilustrasi(Dok Istimewa)
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS dengan menyediakan jasa pemeriksaan dan pengobatan secara gratis. Fasilitas ini tersedia di 21 puskesmas di seluruh wilayah kota melalui program Voluntary Counseling and Testing (VCT).
Langkah ini diambil sebagai upaya penemuan awal guna menekan penyebaran kasus serta memberikan pendampingan berkepanjangan bagi para pengidap. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendorong penduduk untuk lebih menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko nan memicu penularan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menjelaskan bahwa akses terhadap jasa pemeriksaan dan pengobatan sekarang semakin mudah dan tanpa dipungut biaya. "Bagi pengidap sudah bisa mengakses jasa ini di puskesmas secara gratis. Untuk jasa pemeriksaan, saat ini tersedia di 21 puskesmas," ujar Dedy, Kamis (13/8/2026).
Selain di tingkat puskesmas, Pemko Pekanbaru juga telah memperluas jaringan jasa kesehatan. Tercatat, jasa tes dan pendukung lainnya tersedia di 29 rumah sakit, 4 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), 1 Rutan, beragam klinik, serta BKK. Secara rinci, terdapat 31 jasa Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP), 31 rujukan Viral Load (VL), dan 10 jasa Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP).
Dedy menambahkan, Dinas Kesehatan berbareng Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru terus menggencarkan pemberian informasi, baik secara langsung maupun melalui media massa. Masyarakat nan merasa pernah melakukan perilaku berisiko diimbau untuk segera memanfaatkan jasa ini.
Bagi penduduk nan terdeteksi positif, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan skema pendampingan nan komprehensif. Selain pengobatan medis di akomodasi kesehatan, pendampingan juga melibatkan aspek spiritual dan sosial.
"Kami melibatkan para pendakwah dan penceramah untuk memberikan kajian mengenai pencegahan HIV/AIDS dari pandangan kepercayaan di masjid-masjid. Penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan, sehingga sosialisasi dan edukasi kudu terus digencarkan," tegas Dedy.
Selain unsur keagamaan, pendampingan juga dilakukan oleh golongan masyarakat seperti LSM Peduli AIDS nan bekerja sama dengan akomodasi jasa kesehatan. Pendampingan ini mencakup edukasi agar pengidap bersedia melakukan pemeriksaan tes sukarela terhadap pasangannya.
Dedy berambisi upaya penanggulangan nan dilakukan KPA Pekanbaru ini mendapat support penuh dari beragam pihak, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi massa, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga kader posyandu di tingkat wilayah.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·