Gedung Pencakar Langit Tiba-Tiba Goyang, Warga Dievakuasi

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepanikan melanda area Manhattan, New York, pada Selasa waktu setempat. Ini setelah sebuah gedung pencakar langit nan tengah direnovasi mengalami pergerakan struktur.

Insiden itu memicu pemindahan besar-besaran. Ini bertindak untuk pekerja, penunggu gedung di sekitar lokasi, hotel, sekolah, hingga pusat upaya di dekat Stasiun Grand Central sebagai langkah antisipasi.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani pun buka suara. Ia mengatakan gedung tersebut tetap dalam kondisi tidak stabil setelah ditemukan dua kolom struktural bengkok, retakan, dan beberapa lantai ambruk.

"Dua kolom struktural telah bengkok, selain beberapa retakan dan lantai nan ambruk. Bangunan tersebut tetap tidak stabil. Sejak tiba di lokasi, kami telah menyaksikan pergerakan tambahan di salah satu kolom nan bermasalah," ujar Mamdani, seperti dikutip CNA dari AFP, Rabu (8/7/2026).

Meski demikian, Mamdani memastikan tidak ada korban luka. Seluruh pekerja proyek telah dievakuasi dan terdata, sementara insinyur proyek berbareng mahir struktur menyusun rencana untuk memperkuat bangunan.

"Warga New York bakal diizinkan kembali ke gedung-gedung ini ketika kami sepenuhnya percaya bahwa gedung-gedung tersebut kondusif untuk mereka masuki," katanya.

Gedung nan terdampak merupakan jejak instansi pusat perusahaan farmasi Pfizer nan sedang dikonversi menjadi kompleks apartemen. Proyek ini digadang-gadang menjadi konversi gedung perkantoran menjadi kediaman terbesar di New York dengan sekitar 1.600 apartemen nan ditargetkan rampung pada awal 2027.

Sebagai langkah darurat, otoritas mengerahkan drone untuk menilai tingkat kerusakan dari udara. Balok dan penyangga sementara juga bakal dipasang guna menstabilkan struktur, sementara polisi dan petugas pemadam kebakaran menutup sejumlah ruas jalan di sekitar letak selama proses penanganan.

Perwakilan serikat pekerja Steamfitters Local 638, Clifford Johnsen, menduga kerusakan dipicu bertambahnya beban pada gedung lama akibat proyek renovasi. Dikatakannya, ia belum pernah memandang kerusakan serupa selama 21 tahun bekerja di industri konstruksi.

"Mereka terus menambahkan beban. Ketika Anda menambahkan lebih banyak beban, itulah nan bisa terjadi jika gedung tidak dirancang alias dipasang dengan benar," ujarnya.

"Saya telah bekerja di bagian bangunan selama 21 tahun, dan saya belum pernah memandang balok bengkok menjadi dua. Ini sangat berbahaya," katanya.

Sejumlah pekerja juga mengisahkan detik-detik evakuasi. Eddie, pekerja bangunan berumur 28 tahun, mengatakan dirinya memandang seluruh pekerja berceceran keluar setelah mendapat info bahwa salah satu kolom patah.

Sementara Fernando Sanchez menyebut balok pada lantai 21 hingga 25 terlihat bengkok dan sebagian mulai runtuh. Sehingga seluruh pekerja kudu segera meninggalkan lokasi.

"Semua orang dievakuasi di sisi ini, dan kami menunggu perintah baru," ujar Sanchez.

Di sisi lain, developer Metroloft menegaskan kerusakan hanya terjadi pada sebagian mini area proyek dan tidak menakut-nakuti keseluruhan struktur gedung.

"Kami mau mengonfirmasi bahwa area nan terdampak hanya merupakan sebagian mini dari salah satu dari dua gedung di letak ini. Seluruh gedung itu sendiri tidak berisiko runtuh," kata pihak pengembang.

(tfa/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya