Geger! Trump Kabur dari Turki Pakai Pesawat Rahasia, Diincar Iran

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan diam-diam meninggalkan Turki menggunakan pesawat militer rahasia setelah menghadiri KTT NATO di Ankara. Operasi tersebut disebut dilakukan lantaran adanya ancaman pembunuhan dari Iran.

Laporan The Washington Post menyebut Trump awalnya terlihat menaiki pesawat Air Force One lama di Ankara untuk terbang menuju Inggris. Namun, setelah berada di dalam pesawat, Trump rupanya dipindahkan secara diam-diam menggunakan truk katering airport menuju pesawat lain, ialah Air Force C-32A.

The New York Times juga melaporkan perihal serupa dengan mengutip sejumlah pejabat AS nan tidak disebutkan namanya. Langkah tersebut disebut sebagai operasi pengelabuan untuk menyamarkan keberadaan Trump di tengah meningkatnya ancaman terhadap keselamatannya.

Sebelumnya, Trump terbang ke Ankara menggunakan pesawat Boeing 747 nan merupakan bingkisan dari Qatar dan baru selesai menjalani renovasi. Namun, secara mengejutkan dia mengumumkan bakal menggunakan Air Force One lama saat meninggalkan Turki, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai argumen keamanan di kembali keputusan tersebut.

Sebelum keberangkatan, Trump melalui Truth Social mengatakan bakal menggunakan Air Force One berwarna biru muda "demi mengenang masa lalu" menuju Pangkalan Udara RAF Mildenhall di Inggris. Pesawat hibah Qatar tersebut juga dijadwalkan singgah di pangkalan nan sama agar personel militer AS dapat melihatnya secara langsung.

Namun, setelah Trump naik ke Air Force One lama di hadapan kamera, dia justru dipindahkan melalui truk katering menuju C-32A. The Washington Post menyebut operasi itu dilakukan lantaran terdapat ancaman nyata terhadap Trump dan sejumlah staf Gedung Putih apalagi diyakini tidak mengetahui perpindahan tersebut.

Para wartawan nan mengira bakal terbang berbareng Trump juga diminta menutup rapat gorden jendela kabin pers. Ketika ditanya mengenai argumen tersebut, Trump sempat berbicara bahwa mereka "mungkin sedang dalam penerbangan nan berbahaya" dan menambahkan, "Tapi jika saya pergi, kalian juga ikut. Benar, kan?"

Pesawat C-32A nan membawa Trump tiba di Inggris sekitar pukul 22.20 waktu setempat, beberapa menit sebelum Air Force One lama nan membawa rombongan media. Trump kemudian terlihat turun dari pesawat Air Force One lama sekitar pukul 22.56 dan memberikan isyarat tenteram kepada wartawan tanpa memberikan keterangan.

Gedung Putih membenarkan adanya ancaman terhadap Trump. Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung mengatakan jet hibah Qatar telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk melindungi presiden dan stafnya.

"Ada banyak musuh Amerika nan mengincarnya, dan kami menggunakan segala sarana nan tersedia untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut," ujar Cheung, seperti dikutip Reuters.

Pesawat Boeing 747 hibah Qatar tersebut sekarang tengah disiapkan sebagai pengganti sementara Air Force One. Pesawat itu dimodifikasi oleh kontraktor pertahanan L3Harris Technologies di tengah keterlambatan Boeing dalam menyerahkan pesawat Air Force One generasi terbaru.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya