Jakarta, CNBC Indonesia - Pameran seni Desert X AlUla nan digelar di wilayah Madinah, Arab Saudi, memicu kegemparan publik dan mendulang gelombang kritik tajam. Pameran internasional tersebut menjadi sorotan lantaran menampilkan sebuah patung figuratif tubuh wanita secara terbuka, sebuah tindakan nan menabrak pakem serta nilai-nilai tradisi seni Islam.
Mengutip Art Net, Senin (3/8/2026), patung wanita berwarna biru elektrik berjulukan Najma tersebut dibuat oleh Lita Albuquerque, seorang seniman asal Santa Monica, Amerika Serikat, nan berdarah Yahudi. Karya berbentuk sosok wanita nan duduk bersemadi dengan posisi lotus tersebut dipajang tepat di atas batuan besar Wadi Al Fann, Al Ula.
Sensivitas bentuk patung tubuh wanita nan dipamerkan di wilayah manajemen Medina, kian memperpanas kritik dari golongan masyarakat konservatif. Langkah ini dipandang sebagai corak pemaksaan modernisasi Barat nan mengabaikan kesucian tradisi keagamaan lokal.
Seni rupa Islam secara ketat melarang pemuatan representasi figuratif makhluk bernyawa, terutama bentuk tubuh wanita, demi menjaga nilai teologis dan mengelak dari praktik kemusyrikan. Kehadiran instalasi visual manusia di area oasis antik tersebut dinilai sebagai langkah provokatif nan melanggar tabu keagamaan nan telah terjaga selama lebih dari seribu tahun di Tanah Arab.
Di tengah angin besar kritik dan guncangan opini publik nan menilai pameran tersebut menodai nilai-nilai Islam, Albuquerque memberikan pembelaan atas karyanya. Seniman berdarah Yahudi tersebut menyatakan bahwa pemajangan patung figuratif wanita ini merupakan terobosan besar nan sukses diterima di Arab Saudi.
Albuquerque menjelaskan bahwa patung wanita berwarna biru tersebut menggambarkan sosok astronaut fiktif nan datang ke bumi untuk menyebarkan pengetahuan dan pemahaman global. Pihak penyelenggara pameran turut berdasar bahwa 14 instalasi raksasa di Desert X AlUla ditujukan untuk membuka perbincangan budaya serta mengangkat potensi ekonomi area Al Ula di jalur perdagangan kuno.
"Ini adalah momen bersejarah. Pintu akhirnya terbuka untuk kerjasama seperti ini nan menyatukan seniman internasional, Timur Tengah, dan Arab Saudi. Ini bersejarah, bukan hanya lantaran figur ini ditampilkan, tetapi lantaran karya ini diterima," ujar Lita Albuquerque.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·