(MI/Hery Susetyo)
BENCANA gempa bumi nan mengguncang area Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), berakibat langsung pada operasional penerbangan maskapai Lion Group. Penutupan sementara airport oleh pihak pengelola memicu penundaan agenda (delay) serta mengganggu rotasi armada pesawat.
Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, mengonfirmasi bahwa penundaan penerbangan terjadi akibat gempa susulan nan terjadi pada pagi hari. Meski demikian, dia menegaskan hingga saat ini belum ada opsi pembatalan penerbangan (cancellation).
"Ada beberapa nan langsung terdampak, seperti hari ini ada gempa di Ende. Pada saat penumpang sedang di bandara, kemudian bandaranya dinyatakan ditutup oleh pengelola bandara, otomatis ini berakibat pada rotasi pesawat. Namun, sementara ini penerbangan paling delay, belum ada pembatalan," ujar Daniel saat memberangkatkan support kemanusiaan ke NTT di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Senin (17/8).
Selain Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman di Ende, beberapa wilayah sekitarnya seperti Atambua dan Maumere juga masuk dalam pemantauan operasional. Pihak maskapai saat ini menghentikan sementara keberangkatan hingga pengelola airport memastikan seluruh prasarana vital--mulai dari landasan pacu (runway) hingga gedung terminal--dalam kondisi aman.
Daniel menekankan bahwa aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama maskapai dalam menghadapi situasi darurat bencana.
"Kita pastikan keselamatan dan keamanan penumpang maupun pesawat, baik dalam keadaan mendarat alias terbang, dalam keadaan selamat. Jika pengelola airport mengumumkan ditutup, kita bakal mengikuti pengarahan tersebut," tegas Daniel.
Operasional penerbangan rencananya bakal kembali dibuka secara berjenjang setelah pemeriksaan akomodasi airport dinyatakan selesai dan mendapat persetujuan dari otoritas penerbangan setempat. (HS)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·