Abelardo de la Espriella.(Al Jazeera)
PRESIDEN Kolombia Abelardo de la Espriella mengungkapkan bahwa kerugian bentuk langsung akibat gempa bumi luar biasa nan mengguncang negaranya diperkirakan mencapai 30 triliun peso alias sekitar 7,5 miliar dolar AS (setara Rp133 triliun). Angka tersebut merupakan hasil pemodelan awal nan dilakukan oleh perusahaan swasta di wilayah terdampak.
Dalam pidato resminya kepada publik pada Selasa (18/8), De la Espriella merinci bahwa total kerugian tersebut mencakup kerusakan gedung senilai 24,5 triliun peso dan kerusakan prasarana sebesar 5,5 triliun peso. Wilayah nan mengalami akibat terparah meliputi Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas.
"Angka ini tetap berkarakter sementara dan bakal terus disesuaikan seiring dengan berlanjutnya proses survei mendalam di lapangan. Departemen Choco mencatat kerusakan terparah secara relatif dan bakal menjadi konsentrasi utama penanganan pemerintah," ujar Presiden.
Pembentukan Dana Milagro
Sebagai langkah strategis pemulihan, pemerintah Kolombia bakal membentuk Dana Milagro (Milagro Fund). Lembaga ini bekerja mengoordinasikan rencana pemulihan terpadu dengan mengangkat kesuksesan Dana Forec (Forec Fund) nan pernah dibentuk saat gempa Sabuk Kopi pada 1999 silam.
Proses rekonstruksi ini dipastikan bakal melibatkan kerjasama lintas sektor, mulai dari perusahaan konstruksi, sektor keuangan, industri asuransi, hingga jejeran gubernur dan wali kota di wilayah terdampak.
Dukungan Sektor Perbankan dan Konstruksi
Presiden De la Espriella mengimbau industri bangunan untuk terlibat aktif dalam perbaikan kediaman warga. Selain itu, dia meminta sektor perbankan memberikan kelonggaran berupa penurunan suku kembang agar family terdampak mempunyai keahlian finansial untuk membangun kembali alias membeli rumah baru.
Bagi penduduk nan kehilangan tempat tinggal, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema bantuan, di antaranya:
- Subsidi sewa rumah darurat.
- Pemotongan tagihan listrik dan air bersih.
- Program pembangunan kediaman baru bagi korban nan kehilangan rumah.
- Bantuan perbaikan untuk rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah-wilayah nan luluh lantak akibat musibah tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·