Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Netanyahu Sebut Ancaman Pasukan Turki

58 menit yang lalu 2
Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Netanyahu Sebut Ancaman Pasukan Turki Serangan udara ke pangkalan militer Suriah.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya memecah keheningan dan mengakui pihaknya telah melancarkan serangan udara terhadap sebuah pangkalan militer di wilayah barat laut Suriah pada Selasa. Langkah militer ini langsung memicu kritik tajam dari pemerintah Amerika Serikat nan menilai tindakan tersebut sebagai corak eskalasi nan tidak perlu.

Netanyahu mengonfirmasi Israel menyerang Pangkalan Udara Abu al-Duhur di dekat Aleppo menyusul tuduhan adanya rencana penempatan pasukan Turki di akomodasi militer tersebut dalam waktu dekat. Menurutnya, potensi masuknya militer Turki telah menakut-nakuti kesepakatan keamanan nan selama ini melangkah di wilayah tersebut.

"Israel berulang kali memperingatkan Suriah bahwa penempatan seperti itu bakal menimbulkan ancaman bagi keamanan Israel," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan di platform X. "Israel tidak bakal mentolerir ancaman terhadap keamanannya, dan bakal menyambut baik kembalinya status quo."

Netanyahu menegaskan Israel dan Suriah, meski tidak mempunyai hubungan diplomatik umum namun sempat terlibat pembicaraan di bawah naungan pemerintah Donald Trump, selama ini mempertahankan apa nan dia sebut sebagai "status quo dalam masalah keamanan." Namun, potensi pengerjaan akomodasi udara berbareng Turki dinilai dapat merusak tatanan keamanan nan ada.

Hubungan antara Netanyahu dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sendiri dikenal terus memanas melalui perselisihan publik nan panjang. Netanyahu kerap menuduh Erdogan mendukung golongan Hamas serta secara terbuka menentang penjualan jet tempur F-35 buatan AS ke Ankara. Sebaliknya, pejabat Turki mengkritik keras Israel dan menyebut negara tersebut sebagai "beban nan tidak lagi dapat ditanggung oleh kemanusiaan."

Sebelum pengakuan resmi Netanyahu keluar, utusan unik Amerika Serikat Tom Barrack telah menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan serangan udara nan menghantam airport militer Abu al-Duhur tersebut.

"Kami sangat prihatin bahwa serangan udara Israel nan dikonfirmasi di Pangkalan Udara Abu al-Duhur merupakan eskalasi nan tidak perlu dan tidak mendorong stabilitas regional," kata Barrack.

Barrack menambahkan bahwa pihak Washington terus mendorong seluruh pihak nan terlibat untuk memprioritaskan "diskusi nan logis" daripada melanjutkan kejadian militer nan berisiko memperluas bentrok kawasan. (CNN/Z-2)

Selengkapnya