rumah hancur akibat gempa.(AFP)
GUNCANGAN gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 nan berpusat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berakibat hingga ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah gedung di Kota Bima dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa nan terjadi pada Sabtu pukul 05.58 WITA tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima, A Faruk, mengakui getaran kuat gempa bumi M 7,7 itu dirasakan nyata oleh penduduk Kota Bima hingga mengakibatkan kerusakan pada pemukiman dan akomodasi publik.
"Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat satu unit rumah mengalami rusak sedang di wilayah Rabangodu Selatan RT 03 RW 01 akibat guncangan gempa bumi," ujar Faruk melalui keterangan tertulis di Mataram, Sabtu.
Selain rumah warga, kerusakan juga melanda Gudang Bulog. Retakan pada tembok penyimpanan menyebabkan sejumlah karung beras di dalamnya roboh dan berjatuhan. Kerusakan lain juga tercatat pada bagian plafon Masjid Hotel Mutmainnah.
BPBD Kota Bima saat ini telah menerjunkan tim untuk berkoordinasi dengan Relawan Kebencanaan di tingkat kelurahan serta meninjau langsung titik-titik letak terdampak.
"Hingga saat ini laporan tetap disusun, pendataan, dan pemantauan terhadap akibat gempa tetap dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan alias akibat lainnya," kata Faruk.
Ia menambahkan situasi penduduk di lapangan tetap dalam pemantauan ketat.
"Kondisi masyarakat secara umum tetap dalam pemantauan, sementara pendataan, dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun akibat lain nan ditimbulkan oleh kejadian gempa," jelasnya.
Dari pemetaan awal, penduduk terdampak memerlukan support logistik mendesak untuk memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan nan diperlukan di antaranya makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, hingga perlengkapan keluarga. Material penanganan darurat seperti terpal penutup sementara juga dibutuhkan untuk mengantisipasi gedung nan belum kondusif dihuni.
"Pemenuhan kebutuhan logistik bakal disesuaikan dengan hasil asesmen dan perkembangan kondisi penduduk terdampak di lapangan," tutur Faruk. (Ant/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·