Ilustrasi(MI/Marianus Marselus )
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) pagi, menewaskan satu penduduk di Kabupaten Manggarai Barat. Selain korban jiwa, ratusan rumah penduduk dilaporkan terdampak dan sejumlah akomodasi umum mengalami kerusakan.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan, korban meninggal bumi merupakan penduduk Desa Golosepang, Kecamatan Boleng. Korban meninggal setelah tertimpa lemari saat gempa utama mengguncang wilayah tersebut.
"Yang meninggal itu lantaran tertimpa lemari. Beliau orang tua, tertimpa, dan akhirnya jiwanya tidak bisa diselamatkan,” kata Edistasius saat memberikan keterangan pers didampingi unsur Forkopimda dan Kepala BMKG, Sabtu (15/8).
Selain korban meninggal, seorang penduduk lainnya nan berada di rumah nan sama mengalami gegar otak akibat panik saat gempa. Korban telah mendapatkan penanganan dan pemerintah berambisi kondisinya segera pulih.
Menurut Edistasius, pemerintah wilayah tetap melakukan pendataan terhadap rumah penduduk nan terdampak. Hingga Sabtu siang, jumlah rumah nan terdampak telah mencapai ratusan unit. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah akomodasi umum dan perkantoran pemerintah. Beberapa gedung dilaporkan mengalami keretakan, sementara sejumlah kaca pecah akibat kuatnya guncangan gempa. Gempa utama M7,7 tersebut juga diikuti gempa susulan. Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, tercatat sebanyak 169 kali gempa susulan setelah gempa utama.
Meski menimbulkan kerusakan dan kepanikan, aktivitas transportasi di Labuan Bajo berangsur normal. Fasilitas kepelabuhanan di Marina Labuan Bajo dan Multipurpose Wae Kelambu tetap berjalan. Sejak sekitar pukul 10.00 Wita, kapal wisata dan kapal penumpang di perairan Labuan Bajo kembali diperbolehkan beraksi setelah KSOP berkoordinasi dengan BMKG dan memastikan kondisi pelayaran kembali aman.
Aktivitas penerbangan di Bandara Komodo Labuan Bajo juga tetap melangkah sesuai jadwal. Edistasius mengatakan, gempa utama sempat menyebabkan kenaikan muka air laut sekitar 0,3 meter. Namun, kenaikan tersebut dinilai tidak berpotensi membahayakan wilayah Labuan Bajo.
Di sektor kesehatan, Rumah Sakit Komodo sempat mengevakuasi pasien rawat inap dari ruangan menuju area terbuka dan tenda sebagai langkah antisipasi. Setelah dilakukan pemantauan, pasien nan dinilai bisa melakukan pemindahan berdikari diarahkan kembali ke ruang perawatan. Sementara pasien dalam kondisi darurat dan tidak bisa melakukan pemindahan berdikari ditempatkan di lantai satu untuk memudahkan proses pemindahan andaikan terjadi kondisi darurat.
Edistasius menyampaikan duka cita kepada family korban meninggal bumi dan berambisi korban nan mengalami luka segera pulih. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Namun, masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan info nan belum terverifikasi.
“Jangan percaya dengan berita-berita hoaks, lantaran itu nan membikin masyarakat panik,” ujarnya.
Bupati juga membujuk insan pers berbareng pemerintah menyampaikan info nan sah dan jeli sehingga masyarakat mendapatkan info nan betul dan tidak semakin panik dalam menghadapi situasi pascagempa.(MM/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·