Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Gempa M 7,7 Flores

47 menit yang lalu 2
Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Gempa M 7,7 Flores Petugas Hotel Evakuasi peralatan tamu hotel Jayakarta di Labuan Bajo.(MI/MARIANUS MARSELUS)

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia berbareng Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan visitor dan mengoordinasikan langkah-langkah penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 nan mengguncang area Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi (15/8) pukul 04.58 WIB/05.58 WITA.

Gempa utama nan berpusat pada kedalaman 15 km di jarak 30 km Mbay - Nagekeo tersebut turut memicu serangkaian gempa susulan nan dirasakan hingga ke wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya (M 6,2 pada pukul 06.13 WITA; M 4,5 pada pukul 06.22 WITA; dan M 5,6 pada pukul 06.37 WITA). Kementerian Pariwisata memastikan keselamatan visitor menjadi prioritas utama penanganan musibah di area destinasi super prioritas Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima). 

Sebanyak 986 visitor nan sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan sementara pelayaran telah sukses dipulangkan dan tiba kembali dengan selamat di Labuan Bajo setelah maklumat pembukaanpelayaran resmi diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo. Seluruh tamu hotel di area Labuan Bajo telah dievakuasi ke titik kondusif luar gedung, antara lain di area Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan nan sempat dievakuasi ke Puncak Waringin (dari Meurorah Hotel) sekarang telah kembali ke akomodasi masing-masing.

Operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap melangkah normaldengan pembatasan (with restriction) setelah melalui proses pemeriksaan kelaikan teknis. Aktivitas pelayaran laut telah dibuka kembali secara bertahap. Guna memprioritaskan keamanan dan prosedur keselamatan bersama, seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat (misa, konser, dan pameran UMKM) resmi dihentikan.

Dampak Sektor Industri Pariwisata

Hasil pemantauan sementara BPOLBF terhadap prasarana dan akomodasi pariwisata hingga pukul 13.45 WITA mencatat bahwa Hotel Jayakarta (Manggarai Barat) mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian gedung nan roboh. Seluruh tamu dan tenaga kerja dipastikan kondusif dan telah direlokasi ke hotel terdekat nan aman. Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah dan saat ini koordinasi lanjutan terus dilakukan. Sedangkan di Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum dalam kondisi kondusif dengan beberapa catatan retakan ringan/minor. Jaringan listrik dan internet di sebagian besar akomodasi telah kembali beraksi normal.

Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan/minor dan beraksi secara kondusif dengan seluruh staf serta visitor aman. Tembok papan nama area Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk. Pemantauan akomodasi pendukung daya tarik wisata terus melangkah secara simultan.

Gempa bumi juga berakibat pada akomodasi umum dan aksesibilitas di beberapa kabupaten sekitar. Dilaporkan telah terjadi tanah longsor dan tiang listrik roboh pada tiga jalur utama, ialah jalur Lintas Labuan Bajo – Ruteng, Bajawa – Ende, Ruteng – Borong, serta Ende – Moni. Pelabuhan Maumere Sikka mengalami kerusakan fisik. Beberapa akomodasi publik seperti Unika St. Paulus Ruteng, Gereja Paroki Karot, Gereja Borong, Kantor Camat Kuwus, dan akomodasi rawat jalan/UGD RSUD Ruteng mengalami kerusakan sedang.

Pendataan sementara mencatat 4 korban jiwa meninggal bumi (1 orang di Terang - Manggarai Barat, 2 orang di Reo - Manggarai, 1 orang di Maumere - Sikka), serta 2 orang luka-luka di Maumere.

BMKG telah secara resmi mencabut Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB/08.30 WITA. Kendati demikian, masyarakat dan visitor diimbau tetap waspada mengingat potensi gempa susulan tetap berkesempatan terjadi dalam 24 jam ke depan.

BPOLBF terus mengaktifkan posko koordinasi dan pengawasan langsung berbareng BMKG, KSOP, Basarnas, BPBD, serta Pemda Manggarai Barat untuk memantau industri pariwisata serta memfasilitasi kebutuhan pemindahan wisatawan.

Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh pelaku upaya pariwisata, visitor lokal maupun mancanegara, serta masyarakat luas di wilayah Flores agar tetap tenang, tidak panik, dan selalu memperbarui info melalui saluran resmi BMKG, BPOLBF, dan lembaga berwenang. (H-2)

Selengkapnya