Gempa M7,7 Rusak Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Tamu Dievakuasi

1 jam yang lalu 2
Gempa M7,7 Rusak Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Tamu Dievakuasi Petugas Hotel Evakuasi peralatan tamu hotel(MI/ Marianus)

GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) pagi, terasa kuat hingga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Guncangan tersebut merusak sejumlah akomodasi akomodasi wisata, termasuk Hotel Jayakarta Labuan Bajo.

Pantauan Media Indonesia, di Hotel Jayakarta menunjukkan sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan. Dinding dan material gedung roboh, sementara sejumlah akomodasi hotel ikut terdampak akibat kuatnya guncangan.

Beberapa bagian gedung dan akomodasi hotel terlihat rusak dan material berserakan. Kondisi tersebut membikin situasi di dalam hotel sempat panik.

Para tamu nan sedang berada di bilik langsung berceceran keluar bangunan. Petugas hotel juga melakukan pemindahan melalui jalur tangga darurat untuk menghindari akibat tertimpa material gedung nan ambruk.

Salah seorang tamu Hotel Jayakarta, Kadek, mengaku panik saat gempa terjadi. Ia langsung berlari melalui tangga darurat untuk menyelamatkan diri. “Saat gempa terjadi saya panik dan langsung lari melalui jalur tangga darurat. Beruntung saya tidak tertimpa serpihan material nan ambruk,” kata Kadek.

Kadek mengatakan guncangan berjalan cukup lama. Ia mengaku belum pernah merasakan gempa dengan kekuatan seperti itu sepanjang hidupnya. “Lama goncangan mencapai empat menit. Itu cukup lama dan seumur hidup saya baru merasakan goncangan seperti ini. Panik,” ujarnya.

Pengalaman serupa dialami Adam, visitor asal Prancis nan menginap berbareng istrinya di Hotel Jayakarta. Saat gempa terjadi, keduanya sedang tertidur. “Kami sempat panik mencari jalur evakuasi. Guncangan begitu hebat, secara tiba-tiba. Kami sedang tertidur,” kata Adam.

Menurut Adam, guncangan nan terjadi secara tiba-tiba membikin dirinya dan istrinya langsung mencari jalur evakuasi. Mereka kemudian keluar dari bilik dan menyelamatkan diri ke area terbuka.

Setelah dievakuasi, para tamu memilih berada di luar gedung lantaran cemas terjadi gempa susulan. Petugas hotel juga memastikan tamu tidak kembali ke bagian gedung nan mengalami kerusakan.

Manajemen Hotel Jayakarta kemudian mengambil langkah pengamanan dengan menutup sementara operasional hotel. Tamu dan pekerja dievakuasi dari gedung sembari menunggu pemeriksaan terhadap kondisi akomodasi dan struktur hotel.

Keputusan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan nan dapat memperparah kerusakan alias membahayakan penunggu hotel.

Gempa utama terjadi sekitar pukul 05.58 WITA dan dirasakan kuat di Labuan Bajo. Guncangan tidak hanya membikin tamu hotel panik, tetapi juga membikin sejumlah penduduk keluar dari rumah dan gedung untuk menyelamatkan diri.

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah gempa tersebut memicu peringatan awal tsunami. Gelombang tsunami juga terdeteksi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara, termasuk Labuan Bajo.

Di tengah situasi tersebut, Kadek berbareng rekan-rekannya memilih tetap melanjutkan perjalanan wisata menuju Wae Rebo setelah kondisi dinilai memungkinkan.

Sementara Adam berbareng istrinya memilih memperkuat di Labuan Bajo. Mereka tetap menunggu perkembangan situasi musibah sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan.

“Saya tetap memilih memperkuat di Labuan Bajo sembari menunggu perubahan kondisi bencana,” ujar Adam.

Kerusakan Hotel Jayakarta menjadi salah satu gambaran akibat kuat gempa terhadap sektor akomodasi wisata di Labuan Bajo. Kondisi ini sekaligus menimbulkan perhatian terhadap keselamatan visitor nan tengah berada di beragam hotel dan akomodasi pariwisata di area tersebut.

Sejumlah gedung nan mengalami kerusakan diminta tidak langsung digunakan kembali sebelum dilakukan pemeriksaan. Keselamatan tamu dan pekerja menjadi prioritas untuk mencegah korban andaikan terjadi gempa susulan.

Warga, wisatawan, dan pelaku upaya pariwisata di Labuan Bajo juga diminta mengikuti info resmi dari BMKG dan pemerintah wilayah serta tidak memasuki gedung nan mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.

Perkembangan kerusakan Hotel Jayakarta, kondisi wisatawan, serta akibat gempa terhadap akomodasi akomodasi lainnya di Labuan Bajo tetap dalam pendataan. (Z-2)

Selengkapnya