Gempa NTT Jadi Ujian Distribusi Energi, 11 Truk BBM Dikirim Lewat Jalur Laut

3 jam yang lalu 5
Gempa NTT Jadi Ujian Distribusi Energi, 11 Truk BBM Dikirim Lewat Jalur Laut Ilustrasi(Dok Istimewa)

GEMPA bumi nan mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berakibat pada masyarakat dan infrastruktur, tetapi juga menguji ketahanan pengedaran daya di wilayah terdampak. Terputusnya akses darat Ruteng–Labuan Bajo membikin pengedaran bahan bakar minyak (BBM) kudu segera dialihkan agar kebutuhan daya masyarakat tetap terpenuhi.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau langsung Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, NTT, Selasa (18/8/2026), untuk memastikan pasokan BBM tetap kondusif dan pengedaran daya melangkah lancar di tengah situasi darurat.

Salah satu langkah sigap nan dilakukan Pertamina adalah mengalihkan pengedaran dari jalur darat ke jalur laut. Kurang dari dua hari setelah akses Ruteng–Labuan Bajo terputus, Pertamina mengirim kapal feri nan membawa 11 truk tangki BBM menuju Labuan Bajo.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah gangguan pengedaran berkembang menjadi kelangkaan BBM di wilayah terdampak gempa.

"Alhamdulillah, itu penolong nan luar biasa sehingga sampai sekarang tidak ada kelangkaan di sini," ujar Iriawan.

Menurut Iriawan, kondisi itu menunjukkan pentingnya sistem pengedaran daya nan bisa beradaptasi saat prasarana transportasi terganggu akibat bencana. Kecepatan pengambilan keputusan di lapangan menjadi aspek krusial untuk menjaga kesinambungan pasokan.
Ia mengatakan kunjungan ke Labuan Bajo juga untuk memandang langsung kondisi pekerja Pertamina Group nan tetap menjalankan tugas di wilayah terdampak, termasuk Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ruteng.

"Saya datang mau berjumpa dengan para pahlawan saya. Ini para pahlawan nan sebagian mini ada di sini, sisanya ada di lapangan," kata Iriawan.
Iriawan mengatakan hasil koordinasi dengan tim Pertamina di sejumlah wilayah menunjukkan kondisi pasokan BBM secara umum tetap aman. Sebelum meninjau FT Labuan Bajo, dia menggelar rapat virtual dengan tim di Reo, Ende, Bima, dan Maumere.

Dari laporan tersebut, stok BBM di sebagian besar wilayah berada di atas pemisah normal dengan ketahanan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 11 hari sebelum pengiriman berikutnya tiba. Kondisi itu memberikan ruang bagi Pertamina untuk menjaga kesinambungan pengedaran sembari menyesuaikan pola pengiriman dengan kondisi prasarana di lapangan.

Akses darat dari Reo nan sebelumnya sempat terputus juga telah kembali dapat dilalui. Pulihnya akses tersebut diharapkan semakin memperlancar pengedaran BBM ke wilayah nan terdampak gempa.
Namun, kebutuhan daya di sejumlah wilayah mengalami perubahan. Iriawan menyebut permintaan minyak tanah meningkat sehingga Pertamina berkoordinasi dengan pihak berkuasa untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan kuota.

Gubernur NTT, kata dia, juga telah menyampaikan permintaan penambahan pasokan tersebut beberapa jam sebelum kunjungannya ke Fuel Terminal Labuan Bajo.

Dalam kondisi bencana, kesiapan daya berkedudukan strategis lantaran BBM dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, kendaraan operasional, pengedaran logistik, hingga aktivitas penanganan keadaan darurat. Karena itu, Pertamina memastikan pengedaran BBM tidak berakhir meski sejumlah prasarana mengalami kerusakan.

Iriawan menyebut Reo sebagai salah satu wilayah nan mengalami kerusakan paling parah terhadap aset Pertamina akibat gempa. Meski menghadapi kondisi tersebut, para pekerja tetap menjalankan tugas untuk menjaga pelayanan dan pengedaran energi. "Khusus untuk Reo, memang wilayah paling hancur untuk aset kami. Tapi, alhamdulillah anak-anak tetap semangat di sana," ujarnya.

Ia juga menyampaikan duka cita kepada masyarakat NTT nan jadi korban gempa, termasuk penduduk nan kehilangan tempat tinggal dan personil keluarga.

Respons terhadap gangguan pengedaran BBM di NTT juga memperlihatkan pentingnya solidaritas antarwilayah dalam menjaga ketahanan energi. Pasokan dari Bima dikirim melalui jalur laut untuk menopang kebutuhan Labuan Bajo dan Ruteng ketika jalur darat mengalami hambatan.
Iriawan mengapresiasi pekerja dan kru kapal nan mengambil keputusan sigap serta bisa mencari pengganti di tengah situasi darurat.

Menurut dia, langkah itu mencerminkan semangat Satu Pertamina, ialah kerja sama lintaswilayah untuk memastikan kebutuhan daya masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung penanganan akibat bencana.

Pertamina memastikan pemantauan terhadap stok dan pengedaran BBM di seluruh wilayah terdampak bakal terus dilakukan. Perusahaan juga menyiagakan pekerja selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan daya masyarakat NTT tetap terjaga. "Kami siap bekerja 24 jam untuk memastikan pasokan daya bagi masyarakat tetap terjaga," ujar Iriawan. (H-2)

Selengkapnya