Gus Yahya(MI/Denny Susanto)
PULUHAN pondok pesantren di Kalimantan Selatan mengikuti deklarasi Gerakan Nasional Pesantrenku Aman nan dihadiri langsung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf.
Deklarasi Pesantrenku Aman dipusatkan di Ponpes Darul Ilmu Kota Banjarbaru nan diikuti ribuan santri dan pengurus 20 ponpes di Kalsel, Selasa (11/8). Pesantrenku Aman merupakan aktivitas nasional nan diluncurkan oleh pemerintah berbareng PBNU melalui RMI dan Saka Pesantren. Gerakan ini bermaksud menciptakan lingkungan pondok pesantren dan madrasah nan bebas dari segala corak kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun perundungan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan santri.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengatakan aktivitas Pesantrenku Aman merupakan agenda NU sejak awal tahun untuk memperkuat kerja sama pesantren dalam mewujudkan konsep Pesantren Aman dan ramah anak. "Di dalamnya dibicarakan tentang standar keamanannya apa saja, apa kebutuhan-kebutuhan nan ada dan diidentifikasi, kemudian gimana kita bisa melakukan kerja sama antar pesantren untuk mewujudkannya,” kata Gus Yahya.
Ia mengatakan keterlibatan 20 pesantren menjadi langkah awal untuk mempertemukan kebutuhan masing-masing pesantren sekaligus mencari corak kerja sama nan dapat dilakukan dalam memenuhi kebutuhan keamanan. Tindak lanjut dari aktivitas tersebut bakal dilakukan melalui program pendampingan nan melibatkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan PBNU di daerah.
Kerja sama antarpesantren menjadi krusial agar kebutuhan dalam membangun Pesantren Aman dapat ditangani secara berbareng melalui pertukaran pengalaman dan support sesuai kondisi masing-masing. Gus Yahya berambisi aktivitas tersebut menjadi awal dari program lanjutan nan memperluas keterlibatan pesantren sehingga upaya membangun Pesantren Aman dapat dilakukan secara berkepanjangan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Sekretaris Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) Gus Ulun, mengatakan tetap maraknya kasus-kasus kekerasan di lingkungan Ponpes menjadi tantangan semua pihak untuk dapat menciptakan menciptakan lingkungan pondok pesantren dan madrasah nan aman, sehingga proses pendidikan dapat melangkah dengan baik.
Kunjungan Gus Yahya ke Kalsel, selain menghadiri deklarasi Gerakan Nasional Pesantrenku Aman juga menghadiri pelantikan PCNU se-Kalsel. Kunjungan alias roadshow Gus Yahya ini juga disebut-sebut berangkaian dengan konsolidasi persiapan Muktamar NU ke 35 nan bakal diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur. (DY/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·