Gus Yusuf dan Gagasan Khidmah Transformatif untuk NU Abad Kedua

2 jam yang lalu 4

loading...

Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, Pengasuh Pondok Pesantren Skill Nurul Hayat. Foto/SIndoNews

Dr. KH. Muhammad Nur Hayid
Pengasuh Pondok Pesantren Skill Nurul Hayat

KH. Muhammad Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf dikenal sebagai sosok muda nan progresif dan berintegritas. Pengalaman panjang selama 28 tahun di bumi politik, puluhan tahun menjadi pengasuh pesantren hingga sekarang, khidmah dalam bumi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Di bumi politik, Gus Yusuf belajar bumi pelayanan dan khidmah di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai dari tingkat PAC, bagian hingga DPW PKB Jawa Tengah selama tiga periode. Meski mempunyai pengalaman panjang, beliau tidak pernah mengambil jatah kedudukan politik, meskipun pernah mendapat tawaran menjadi personil DPR, menteri, gubernur, wakil gubernur hingga bupati.

Pilihan tersebut mengokohkan sosoknya nan konsisten dalam berkhidmat sekaligus menunjukkan bahwa politik bagi Gus Yusuf bukan sekadar jalan menuju kekuasaan, melainkan ruang untuk belajar dan berkhidmah. Prinsip ini sejalan dengan pesan pembimbing beliau, Gus Dur saat tetap sugeng, agar penduduk NU terus diperjuangkan kesejahteraan dan kemaslahatannya.

Pengalaman Gus Yusuf nan sangat beragam menjadi kekuatan sekaligus kelebihan tersendiri bagi sosok alumni Lirboyo ini, lantaran bisa menjadi bekal memimpin PBNU di abad kedua nan lebih progresif, tapi tetap menjaga persatuan, ukhwah dan kekeluargaan nan kuat.

pengalaman itu diharapkan bisa diterjemahkan dalam kerja-kerja pemberdayaan dan pelayanan kepada jamaah penduduk nahdliyin dan struktur NU di semua tingkatan.

Selengkapnya