Ilustrasi(Istimewa)
PT Pollux Hotels Group Tbk menjalin kerja sama strategis dengan Marriott International untuk memperkuat upaya perhotelan sekaligus memperluas jangkauan pasar hospitality di Indonesia.
Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk Handojo K. Setyadi mengatakan, kolaborasi tersebut menggabungkan pemahaman Pollux terhadap karakter pasar lokal dengan jaringan dan standar dunia nan dimiliki Marriott International.
“Kami lihat Marriott International untuk di Indonesia saya kira sudah tidak kita ragukan lagi. Di lain sisi, kami Pollux Hotel Group juga sudah melangkah mengelola hotel selama ini. Kekuatan kami untuk market lokal dan pasar Indonesia, kami sangat menguasai,” ujar Handojo dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Menurut Handojo, sinergi tersebut bakal memperkuat keahlian Pollux dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun visitor internasional.
“Ini nan kami sinergikan agar Pollux Hotel Group tentunya bakal menjadi satu market hotel nan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dari lokal maupun internasional,” katanya.
Selain memperluas pasar, kerja sama tersebut juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) perhotelan. Handojo mengatakan Pollux sejak awal memberikan perhatian terhadap tenaga kerja lokal dalam pengelolaan upaya hotel.
“Sejak awal Pollux Hotel Group kami sangat concern dengan sumber daya manusia lokal. Itu nan kami betul-betul perhatikan lantaran kami kan tidak hanya mengelola hotel saja,” tuturnya.
Kerja sama dengan Pollux menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan upaya hospitality dengan memadukan kekuatan pengelolaan dan pemahaman pasar lokal dengan jaringan dunia Marriott.
Sementara itu, Vice President Hotel Development Asia Pacific Marriott International Ivan Widarmana mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar krusial dalam strategi ekspansi jaringan Marriott.
Menurut Ivan, Marriott tidak hanya membidik pertumbuhan di kota-kota besar, tetapi juga memandang kesempatan di kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia.
“Pada 2013, waktu saya join di development team, itu posisi kita pada waktu itu 32 hotel, dan saat ini kita sudah 88 hotel. Dari 88 hotel, saya mulai berkembang, memandang opportunity di Indonesia,” terang Ivan.
Ia mengatakan ekspansi jaringan Marriott ke beragam wilayah dilakukan untuk menangkap potensi pertumbuhan pasar sekaligus mendekatkan jaringan hotel kepada konsumen di luar pusat-pusat ekonomi utama.
Marriott telah beraksi di Indonesia sejak 1991. Dalam pengembangan jaringan hotelnya, perusahaan mengandalkan standar operasional serta pusat training untuk menjaga konsistensi kualitas pelayanan di beragam daerah.
“Kalau semua di Indonesia bakal ada hotel nan membawa Marriott, berfaedah mereka ke mana pun bisa memakai loyalty-nya. Nah, ini nan membikin kita semakin tertarik untuk berkembang di Indonesia,” pungkasnya. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·