Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait mengumumkan kenaikan bingkisan bagi juara pertama turnamen tersebut dari Rp6 miliar jadi Rp8 miliar.
Pengumuman itu disampaikan langsung Maruarar saat konvensi pers di Taman Surya di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/8).
"Saya putuskan hari ini di Surabaya, juara pertama hadiahnya tadinya Rp6 miliar, hari ini di Kota Pahlawan menjadi Rp8 miliar," kata Maruarar disambut sorak dan tepuk tangan audiens nan hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruarar menegaskan kenaikan bingkisan tersebut dilakukan setelah memastikan tidak ada klub peserta nan keberatan.
"Kalau ada nan keberatan, saya tidak jadi naikkan," ujarnya sembari bercanda.
Selain soal hadiah, Maruarar juga mengumumkan letak babak semifinal dan final Piala Presiden 2026 nan bakal digelar di Bali, bukan di Surabaya seperti nan sempat diharapkan penduduk setempat.
"Baik Pak Erick [Thohir], kita putuskan semifinal dan final Piala Presiden 2026 di Bali," katanya.
Soal pengelolaan finansial turnamen, Maruarar menyebut prinsip utama Piala Presiden adalah kepercayaan publik nan dibangun lewat transparansi.
"Yang paling penting, dari keuangannya transparan. Uang masuk jelas. Uang keluar juga. Diaudit oleh PWC," ujarnya.
Ia juga membeberkan jumlah biaya nan telah terkumpul dari penyelenggaraan turnamen Piala Presiden ini telah mencapai Rp70 miliar, apalagi sampai mendekati Rp100 miliar.
"Mainnya tidak sampai 2 minggu. Tapi sponsornya mungkin mendekati Rp100 miliar," katanya.
(rhr/rhr)

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·