Hadiri Muktamar NU, Gibran Dorong Pesantren Jadi Pusat Penguatan AI

1 jam yang lalu 2
Hadiri Muktamar NU, Gibran Dorong Pesantren Jadi Pusat Penguatan AI Wakil Presiden Gibran Rakabuming menghadiri Muktamar NU.(Setwapres)

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendorong pondok pesantren untuk beralih bentuk tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi dan kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan Gibran saat menghadiri Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) nan digelar di Lapangan Untung Suropati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8). Kehadiran Wapres dalam agenda nan berjalan pada 27–31 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah dengan kalangan ulama, kiai, dan santri.

Muktamar ke-35 NU kali ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”. Dalam kesempatan tersebut, Gibran datang mendampingi Presiden Prabowo Subianto untuk berbincang langsung dengan tokoh-tokoh besar organisasi keagamaan tersebut.

Adaptasi Teknologi dan Ekonomi Pesantren

Dalam sejumlah perbincangan dengan tokoh pesantren, Gibran menekankan pentingnya penguatan kapabilitas pesantren agar bisa beradaptasi dengan dinamika zaman. Ia mendorong para santri untuk mulai menguasai teknologi masa depan guna memperkuat daya saing bangsa.

“Para santri didorong menguasai beragam teknologi, seperti kepintaran buatan (AI), robotika, blockchain, serta teknologi pertanian dan peternakan modern,” ujar Gibran dalam arahannya. Langkah ini diharapkan dapat membuka kesempatan ekonomi baru nan berbasis pada kemandirian masyarakat pesantren.

Selain aspek teknologi, Wapres juga menitipkan pesan agar generasi santri tetap memegang teguh warisan para pendiri NU, seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, terutama dalam menjaga semangat persatuan, cinta Tanah Air, dan keberanian berpikir maju.

NU sebagai Aset Strategis Bangsa

Komunikasi dalam muktamar ini juga mencakup pembahasan rumor strategis nasional dan global, mulai dari stabilitas nasional, penyelenggaraan haji, hingga perlindungan penduduk negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa NU mempunyai posisi nan sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional. “Nahdlatul Ulama aset bangsa nan sangat-sangat besar, sama dengan Muhammadiyah,” tegas Presiden.

Senada dengan perihal tersebut, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menekankan bahwa arah perjuangan NU kudu selalu selaras dengan kepentingan negara. Ia menyebut hubungan historis antara NU dan Indonesia tidak dapat dipisahkan.

Fokus Sinergi Pemerintah dan NU:

  • Penguatan pendidikan dan kualitas SDM santri.
  • Transformasi ekonomi berbasis pesantren.
  • Penguasaan teknologi digital (AI, Robotika, Blockchain).
  • Pembangunan karakter generasi muda dan stabilitas nasional.

Kehadiran Gibran dalam momentum ini sekaligus menjawab angan family besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas agar Wapres dapat menjadi jembatan komunikasi nan efektif antara pemerintah dan kalangan pesantren untuk menjawab tantangan bangsa di masa depan. (E-3)

Selengkapnya