Hadiri Rakorda PSI Kota Kupang, Jokowi: Jangan Sedikit-Sedikit ke Solo

1 jam yang lalu 5
 Jangan Sedikit-Sedikit ke Solo PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Rakorda DPD PSI, Kupang.(Dok. MI)

PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melontarkan kelakar saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8) sore, nan dihadiri ratusan kader PSI.

Dalam sambutannya, Jokowi meminta kader PSI tetap berada di tengah-tengah rakyat dan menyelesaikan persoalan masyarakat melalui jenjang organisasi partai.

"Dengarkan keluhan-keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan-persoalan nan ada. Kalau bisa, selesaikan sendiri. Kalau tidak bisa, disampaikan dan minta support kepada Ketua DPD. Kalau tidak bisa, minta support kepada Ketua DPW. Kalau tidak bisa lagi, ke DPP. Kalau tidak bisa lagi, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo," kata Jokowi nan disambut tawa para kader PSI.

Jokowi mengatakan, kader PSI tidak boleh kehilangan kedekatan dengan masyarakat, tetapi kudu datang secara konsisten dan memberikan faedah nan nyata bagi rakyat.

"Jangan sampai kita kehilangan daya pijak, ialah dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat kita. Kita kudu datang dengan konsisten, dan PSI kudu bisa menghadirkan faedah nan nyata, nan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat," ujarnya.

Ia juga meminta struktur partai tidak hanya dibentuk sebagai formalitas, tetapi betul-betul hidup dan bekerja di tengah masyarakat. Kader  juga kudu datang dalam beragam aktivitas masyarakat, baik saat penduduk menggelar acara maupun ketika mengalami musibah.

"Rakyat bahagia, misalnya ada kawinan, hadir. Tetangga ada nan ulang tahun, datang. Dan juga di saat rakyat kita kesusahan, ada tetangga, kematian, datang. Ada tetangga nan sakit, datang dan tengok. Ada rakyat nan kena musibah, hadir. Syukur-syukur bisa membawa bantuan. Itu struktur nan hidup dan bekerja, struktur nan fungsional, bukan hanya formalitas," ujarnya.

Selain itu, dia meminta kader PSI lebih aktif memperkenalkan PSI kepada masyarakat. Menurutnya, tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI tetap perlu ditingkatkan. Pasalnya.

"PSI ini baru dikenal oleh 78 persen rakyat Indonesia, dan rakyat kita nan tahu logo PSI baru 48 persen. Jadi kita kudu mau bekerja mengenalkan diri, sehingga rakyat tahu bahwa PSI itu logonya gajah," kata Jokowi. (H-3)

Selengkapnya