Tokoh nasional sekaligus tokoh Gerakan Cinta Prabowo (GCP), Ahmad Haikal Hasan(MI/HO)
PENYATAAN Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai potensi adanya "percepatan" sebelum Pemilu 2029 memicu reaksi keras dari beragam pihak. Tokoh nasional sekaligus tokoh Gerakan Cinta Prabowo (GCP), Ahmad Haikal Hasan, menilai ucapan tersebut sangat tidak layak untuk disampaikan ke publik.
Pria nan berkawan disapa Babe Haikal ini menegaskan bahwa Budi Arie semestinya menunjukkan sikap nan lebih bijak, mengingat posisinya nan selama ini mendapat support politik dari Presiden terpilih.
"Jadi Budi Arie tidak layak bicara seperti itu. Ingat, justru Budi Arie diselamatkan oleh Pak Prabowo. Diangkat jabatannya, dikasih kedudukan bagus, dan seterusnya," ujar Haikal saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Dugaan Gerakan Terstruktur
Haikal menilai pernyataan mengenai percepatan agenda politik sebelum 2029 bukan sekadar ucapan spontan. Ia menyoroti konteks penyampaian pernyataan tersebut nan dilakukan dalam sebuah forum resmi nan menyerupai rapat, sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai motif di baliknya.
"Kalau sampai keluar ucapan seperti itu, itu berfaedah sesuatu nan sudah dipikirkan, direncanakan, bukan spontan ujuk-ujuk begitu," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam istilah hukum, terdapat indikasi mens rea alias niatan tertentu dalam ucapan tersebut.
Lebih lanjut, Haikal menyoroti respons peserta forum nan menyambut ucapan Budi Arie dengan kata "siap" dan "oke". Hal ini memperkuat kekhawatirannya bahwa pendapat tersebut merupakan bagian dari aktivitas nan sistematis.
Data Terkait Kontroversi Pernyataan Budi Arie Setiadi:
| Subjek Pernyataan | Budi Arie Setiadi (Ketum Projo) |
| Konten Video | Durasi 1 menit 47 detik, menyebut hatikecil politik "lebih sigap dari 2029" |
| Kehadiran Tokoh | Presiden ke-7 RI Joko Widodo (berada di sebelah Budi Arie) |
| Status Hukum | Dinilai inkonstitusional oleh Ahmad Haikal Hasan |
Permintaan Maaf Dinilai Tidak Cukup
Meskipun Budi Arie telah menyampaikan penjelasan dan permohonan maaf melalui rekaman video, Haikal Hasan menyatakan tidak bisa menerima begitu saja. Menurutnya, permintaan maaf tidak menghapus pertanyaan besar mengenai rencana tersembunyi di kembali wacana percepatan tersebut.
"Dia bilang minta maaf pada masyarakat Indonesia. Saya masyarakat Indonesia, dan saya tidak bisa mengampuni dalam artian saya mau menelusuri lebih dalam lagi seberapa siap, seberapa kuat, seberapa terstruktur dan seriusnya dalam membikin percepatan Pemilu 2029," kata Haikal.
Ia menegaskan bahwa setiap upaya nan mencoba mendompleng alias menciptakan suasana percepatan pemilu di luar agenda konstitusi bakal dipantau secara ketat.
Haikal memastikan bahwa pihaknya tidak bakal tinggal tak bersuara jika ditemukan aktivitas nan nyata untuk mengganggu stabilitas agenda politik nasional 2029.
"Kalau memang ada upaya mendompleng, menciptakan, alias membikin sebuah suasana percepatan, itu bakal kita teliti lebih dalam. Intinya, ucapan permohonan maaf itu buat saya tidak bisa dimaafkan begitu saja," pungkasnya. (Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·