Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di instansi Kementerian Keuangan, pada hari ini, Jumat (28/8/2026). Keduanya membahas mengenai anggaran program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertemuan nan berjalan sekitar satu separuh jam sejak pukul 10.00 WIB di Gedung Juanda, Jakarta, Jumat (28/8/2026) tersebut membahas operasional pengedaran Makan Bergizi Gratis, penyelarasan sistem keuangan, anggaran, dan operasional dapur MBG,
Sudaryono membeberkan membicarakan soal penyelenggaraan MBG, di mana saat ini sebanyak 27.485 dapur MBG alias Satuan Pelayananan Pemenhuan Gizi (SPPG) beroeprasi. Mas Dar, sapaan Kepala BGN juga, mengungkapkan sejumlah dapur nan dihentikan operasinya ada sebanyak 463 dapur.
Selain itu, Mas Dar juga berbincang dengan Purbaya mengenai konektivitas sistem Kementerian Keuangan dengan BGN, sehingga meminimalisir sistem pencatatan mengenai laporan operasional MBG secara manual.
"Kemudian connect antara sistem aksisnya di Kementerian Keuangan dengan SIPGN di tempat kita. Jadi ini intinya adalah nan tadinya manual-manual ini tidak boleh manual-manual lagi, tapi gimana caranya tim alias orang nan bekerja di labangan, di dapur, itu kemudian dengan sistem dia bisa bekerja dan dipermudah untuk pelaporannya," kata Sudaryono kepada pewarta saat ditemui di Gedung Juanda, Jakarta pada Kamis (28/8/2026).
Selanjutnya, nan dibicarakan adalah rencana penyelenggaraan MBG tahun depan, terutama soal anggaran. Sudaryono menegaskan bahwa anggaran MBG pada 2027 sebesar Rp240 triliun.
"Ya nan tentu saja Anda semua sudah tahu, anggarannya sekitar Rp240 triliun," kata Sudaryono.
Selain itu, dirinya pun memastikan bahwa kebutuhan anggaran MBG pada 2026 tetap cukup dan tidak perlu adanya penambahan anggaran.
"Insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran, anggaran nan sekarang di 2026 ini, insyaallah bisa kami maksimalkan tanpa ada penambahan anggaran," tegasnya.
Berikutnya adalah pembicaraan mengenai aktivasi dapur-dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar alias 3T nan diharqapkan bakal dibuka pada September alias bulan depan.
Sudaryono mengatakan bahwa saat ini sudah ada 2.700 dapur siap beraksi secara berjenjang untuk melayani pemenuhan pengedaran MBG di wilayah 3T.
"Ada 2.700 nan sudah siap, kemudian kami saat berjenjang bakal kami buka, termasuk juga membuka dapur-dapur nan memang disitu banyak nan membutuhkan," katanya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

50 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·