Calon penumpang di peron Stasiun Tegal.(MI/Suparji)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, Jawa Tengah, terus memperkuat konektivitas masyarakat melalui jasa kereta api aglomerasi. Sepanjang Semester I Tahun 2026, Stasiun Tegal melayani 294.649 pengguna nan menggunakan tiga jasa KA aglomerasi, ialah KA Joglosemarkerto, KA Kaligung, dan KA Kamandaka.
Data tersebut menunjukkan tingginya peran Stasiun Tegal sebagai salah satu simpul transportasi krusial di wilayah Pantura nan menghubungkan masyarakat dengan beragam wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Dari total tersebut, KA Kaligung menjadi jasa dengan jumlah pengguna terbanyak, ialah 170.268 pelanggan, terdiri atas 80.768 pengguna naik dan 89.500 pengguna turun di Stasiun Tegal.
Sementara itu, KA Kamandaka melayani 72.512 pelanggan, nan terdiri atas 50.652 pengguna naik dan 21.860 pengguna turun. Sedangkan KA Joglosemarkerto melayani 51.869 pelanggan, dengan rincian 46.232 pengguna naik dan 5.637 pengguna turun.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menuturkan tingginya volume pengguna tersebut menunjukkan bahwa jasa kereta api regional mempunyai peran krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat antarkota.
“Stasiun Tegal mempunyai posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Pantura. Tingginya jumlah pengguna pada jasa KA aglomerasi menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bersekolah, kuliah, berdagang, maupun berjalan ke beragam daerah,” ujar Luqman, Senin (10/8).
Luqman menyebut salah satu jasa nan mendukung konektivitas tersebut adalah KA Joglosemarkerto, nan menghubungkan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta/Jateng dan DIY. Layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota melalui jaringan kereta api nan menghubungkan beragam pusat aktivitas dan wilayah tujuan.
Selain KA Joglosemarkerto, masyarakat di wilayah Tegal dan sekitarnya juga memanfaatkan KA Kaligung dan KA Kamandaka sebagai pilihan perjalanan menuju beragam daerah. Ketiga jasa tersebut memberikan pengganti transportasi massal nan aman, nyaman, terjangkau, dan tepat waktu.
Menurut Luqman info Semester I Tahun 2026, tingginya mobilitas pengguna melalui Stasiun Tegal turut menunjukkan pentingnya konektivitas antarkota dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Kereta api menjadi salah satu moda nan dapat memperlancar mobilitas masyarakat menuju pusat pendidikan, area ekonomi, pusat perdagangan, hingga destinasi wisata.
“Melalui jasa KA aglomerasi, kami mau memastikan masyarakat mempunyai pilihan transportasi nan semakin mudah dan andal untuk mendukung beragam aktivitas. KAI bakal terus melakukan pertimbangan terhadap pola operasi dan kualitas pelayanan agar jasa kereta api semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Luqman.
KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas jasa melalui pertimbangan pola operasi, optimasi kapabilitas angkut, serta peningkatan akomodasi dan pelayanan di stasiun maupun di dalam perjalanan.
“Kami berambisi kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota lantaran menawarkan konektivitas nan aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (JI/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·